Lombok Barat, DS-Konsep bantuan pengembangan ketahanan pangan melalui Anggaran Dana Desa yang sebelumnya dilakukan oleh pemerintah desa tak berjalan efektif. Belajar banyak dari pengalaman tersebut Pemerintah Desa Midang,Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat mengalihkan bantuan pengelolaan dana ketahanan pangan itu dengan membentuk Bumdes Maju Berkah yang sepenuhnya memperkuat ketahanan pangan secara lebih profesional.
Kepala Desa Midang, Samsudin, S.Sos Senin (20/4/2026) membuktikan dengan telah dilakukannya panen perdana buah melon yang dikembangkan melalui sistem greenhouse di Dusun Penanggak, dimana lahannya masih memungkinkan untuk pengembangan hortikultura dan tanaman agribisnis lainnya.
Pengembangan tanaman melon di lokasi ini menurut Samsudin dihajatkan sebagai bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan desa yang dikelola secara profesional oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Midang.
“Keberhasilan panen ini menunjukkan komitmen pemerintah desa dalam menciptakan sumber pangan mandiri sekaligus meningkatkan potensi ekonomi desa melalui pemanfaatan teknologi pertanian modern,” terangnya.
Dikatakan Samsudin, buah melon yang dihasilkan dari greenhouse ini memiliki kualitas unggul karena dirawat dalam lingkungan yang terkontrol, sehingga rasa dan kebersihannya lebih terjamin. Program ketahanan pangan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam mengelola pertanian yang lebih produktif dan bernilai jual tinggi.
Ia menuturkan, saat dilakukan panen perdana dan dibuka untuk untuk umum masyarakar langsung bisa memetiknya sendiri dengan harga yang sudah tertulis, dari panen itu, Bumdes Maju Berkah Midang berhasil meraup hasil senilai Rp6,6 juta. Sedangkan pada panen kedua berhasil meraup penjualan senilai Rp 4 juta lebih.
Pihaknya optimis pada panen berikutnya maupun pada tahap penanaman yang akan datang hasilnya akan lebih meningkat lagi.
Dikatakan Samsudin, dana ketahanan pangan yang diperuntukkan bagi Desa Midang senilai Rp290 juta terbagi untuk pengembangan tanaman melon, penggemukan 5 ekor sapi dan 30 ekor penggemukan kambing.
“Kita harapkan masyarakat petani dan peternak di Desa Midang ini akan lebih produktif dalam menjalankan usaha tani dan peternakannya untuk meningkatkan kesejahteraannya dan nilai eekonomi bertambah bagi keluarganya,” ujarnya.
Ia juga berharap ke depannya dengan pengembangan melon yang terbilang sukses ini, Desa Midang bisa menjadi desa tematik melon di Lombok Barat dan menjadi contoh bagi masyarakat lainnya.
“Kalau saja nanti bisa ditambah menjadi tiga greenhouse khusus pengembangan melon tentu saja secara ekonomi akan sangat menguntungkan. Disamping bisa menyerap tenaga kerja lokal juga menjadi potensi pendapatan desa yang sangat menjanjikan,” demikian Samsudin.
Dengan adanya greenhouse melon ini, kehadiran BUMDes bisa memberikan dampak positif bagi peningkatan pendapatan. Sain itu meningkatkan nilai ekonomi bagi kesejahteraan warga Desa Midang secara berkelanjutan.
Pengunjung yang datang tidak saja masyarakat lokal namun juga dari luar daerah. Mereka bisa memetik langsung buah melon premium yang sedang dalam masa panen di area greenhouse tersebut dan merasakan manisnya buah melon dengan berbagai varian rasa.
Disamping itu, bahkan langsung bisa menyaksikan proses budidayanya.
Para pengunjung tidak sedikit yang memuji rasa buah melon Desa Midang yang dinilai sangat manis, renyah, dan memiliki tekstur daging buah yang berkualitas tinggi.
“Melon hasil budidaya dengan sistem greenhouse ini tidak kalah dengan kualitas buah impor, sehingga sangat layak untuk dipasarkan secara luas ke swalayan maupun hotel berbintang,” kata Rahmah pengunjung asal Mataram ini.
Semakin banyaknya pengunjung ke lokasi ini menjadi motivasi besar bagi pengelola BUMDesmart dan Pemerintah Desa Midang untuk terus mengembangkan potensi ekonomi lokal. Selain menjadi ajang promosi juga menjadi bukti nyata pengelolaan dana desa melalui usaha produktif seperti greenhouse melon dapat membuahkan hasil yang nyata.
Diharapkan ke depan Dusun Penanggak, Desa Midang dapat menjadi ikon agrowisata baru di Lombok Barat yang mampu menarik lebih banyak wisatawan dan pembeli dari berbagai instansi.
Bagi masyarakat yang berminat menikmati kesegaran buah melon berkualitas ini, BUMDes Desa Midang menjualnya dengan harga Rp35.000 per kilogram. Masyarakat dipersilakan untuk datang langsung ke lokasi greenhouse di Dusun Penanggak untuk memilih dan membeli buah melon segar.
Jangan lewatkan kesempatan untuk mendukung produk lokal Desa Midang sambil menikmati buah melon sehat langsung dari pohonnya. (adi)














