Bakar Jerami Pasca Panen, Distan Lobar Ingatkan akan Hilangkan Unsur Hara Tanah Sawah

Pembakaran jerami pasca panen padi di sejumlah daerah pada areal pertanian di Lombok khususnya sering dilakukan
banner 120x600

Lombok Barat, DS-Pembakaran jerami pasca panen padi di sejumlah daerah pada areal pertanian di Lombok khususnya sering dilakukan, bahkan menjadi kebiasaan yang kerap kali ditemukan setelah panen raya. Dalam hemat para petani, pembakaran jerami dilakukan sebagai upaya membasmi hama setelah petani panen.

Salah seorang petani asal Batukumbung, Lingsar, Lombok Barat (Lobar), Wahidin (45) menjelaskan, pembakaran jerami bukan hanya dilakukannya seorang diri, namun secara umum petani lainnya melakukan hal ini dengan alasan untuk membasmi hama.

“Masalahnya menjelang panen tidak sedikit hama menyerang tanaman padi tidak hanya tanaman milik sendiri, namun juga milik orang lain. Dengan bakar jerami tersebut, maka hama yang masih menempel pada jerami padi bisa terbakar mati,” ujar Wahidin, Jumat (15/5/2026).

Senada Wahidin petani lainnya Muhamad Asri (50) juga berpandangan sama. Jika hama yang sudah mati terbakar tidak mengganggu kembali ketika melakukan masa tanam.

Dikatakan Asri, hama yang tidak mati biasanya adalah jenis wereng dan ulat. Meski tidak banyak menyerang, namun bisa membawa dampak tidak baik pada masa tanam berikutnya apalagi dibiarkan.

Baik Wahidin maupun Asri sama-sama membenarkan kalau sebagian besar petani di wilayahnya biasanya membakar jerami sehabis panen. Sisa pembakaran jerami dalam bentuk abu biasanya digunakan sebagai pupuk. Pada saat pengolahan sampah abu jerami akan bercampur dengan tanah.

Namun ia juga tak menampik petani di desa lain juga membiarkan jeraminya busuk dan dijadikannya juga sebagai pupuk saat penggarapan lahan. “Hanya saja kalau ada hama, biasanya kami bakar saja jeraminya biar hama pemgganggu cepat mati,” tukas M Asri.

Pada sisi lain Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Tanaman Pangan Lombok Barat, Erni Raodah mengungkapkan ketidaksetujuannya petani membakar jerami pasca panen. Menurutnya, alasan petani untuk menghilangkan hama dengan cara tersebut, malah akan menghilangkan unsur hara pada tanah atau lahan pesawahan.

Erny Raodah menghimbau kepada para petani untuk tidak membakar jerami atau sisa-sisa tanaman. Seharusnya kata dia, dikembalikan lagi ke tanah untuk menjaga agar unsur hara tanah tidak habis terangkat apalagi sampai di bakar.

“Karena kandungan batang, daun dan akar tanaman juga terdiri dari unsur-unsur penting terutama unsur Kalium dalam tanah. Pengembalian sisa-sisa tanaman yg dibiarkan lapuk juga akan memberikan ruang untuk bakteri pembenah tanah berkembang sehingga kondisi pH tanah akan menjadi ideal utk tanaman,” kata Erny, Jumat (15/5/2026).

Dalam penilaian Kabid TPH Distan Lobar ini petani membakar jerami tujuannya lebih untuk mempercepat proses penanaman kembali karena sebagain besar petani saat ini adalah petani penggarap yang menyewa tanah sawah. “Semakin cepat mereka menanam kembali semakin cepat mrk mendapatkan uangnya kembali,” tandasnya. (adi