Lombok Barat, DS-Tren peningkatan populasi ternak di Lombok Barat dari tahun ke tahun terus meningkat. Pada periode tahun 2024 ke tahun 2025 saja terjadi penambahan populasi ternak sekitar 4.000 ekor atau lebih dari 4 persen. Peningkatan ini akan terus meningkat hingga tahun 2026.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Lombok Barat, Hirwanto mengungkapkan, untuk kesiapan stok, menjelang pelaksanaan perayaan Idul Adha atau Hari Raya kurban saat ini dalam posisi aman.
“Khusus untuk sapi saja stok kita mencapai 99.019 ekor. Dan untuk rata-rata pemotongan hewan kurban tahun lalu sekitar 4.011 ekor. Dari posisi itu kita dalam posisi aman atau surplus,” kata Hirwanto, Minggu (17/5/2026).
Ia juga menjelaskan, untuk tahun 2025, total hewan kurban yang dipotong mencapai 4.011 ekor. Rinciannya, 1.617 ekor sapi, 2.392 ekor kambing, dan 2 ekor domba. Dibanding tahun 2024, angka tahun 2025 meningkat otal mencapai 3.155 ekor.
Menyinggung kesehatan hewan kurban, pihaknya sudah menurunkan tim medis ke lapak-lapak penjualan hewan kurban atau ke sejumlah pengepul sapi dan kambing guna melakukan pemeriksaan secara intensif agar hewan kurban aman untuk dikonsumsi.
“Pemeriksaan perlu kita lakukan untuk memastikan hewan kurban benar-benar sehat dari gejala Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang dikhawatirkan sewaktu-waktu terjadi pada sapi khususnya. Namun dari hasil pemeriksaan yang kita lakukan Lombok Barat terbebas atau aman dari PMK,” ujar Hirwanto.
Penelusuran di lapangan membuktikan permintaan hewan kurban di daerah Patut Patuh Patju ini mengalami tren peningkatan tiap tahunnya. Kondisi yang menguntungkan ini tentu memberikan angina segar bagi para peternak dari hasil penjualan yang semakin meningkat.
Salah seorang peternak Muhdar dari Kuripan, Lombok Barat misalnya mengakui, permintaan ternak menghadapi Idul Adha ini meningkat. Muhdar mengevaluasinya dari tahun sebelumnya dimana penjualan kambing bisa mencapai 350-an ekor. Demikian juga dengan sapi lebih dari 150 ekor yang terjual.
“Dari hasil penjualan ternak ini baik kambing maupun sapi, Alhamdulillah kita bisa meraup laba yang menguntungkan peternak. Ini rezki sekali setahun bagi peternak. Mudah-mudahan kondisi seperti ini akan tetap stabil, sehingga perekonomian peternak bisa terangkat,” tandasnya. (adi)














