Pembukaan S2 Pariwisata STP Mataram Siap Bangunkan  Potensi Pulau-pulau Kecil yang Tertidur

Dr.Halus Mandala
banner 120x600

Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram resmi membuka Program Studi (PS) S2 Pariwisata pada akhir Juli 2026. Langkah ini di satu sisi menambah kualitas kampus sebagai pencetak sumber daya manusia yang unggul dan berbudaya sekaligus berperan dalam mengembangkan potensi Daerah NTB di sektor pariwisata.

Pemikiran PS S2 Pariwisata itu dilandasi alasan yang jelas, yakni bertebarannya pulau-pulau kecil atau gili di NTB. Sedikitnya 200 gili memerlukan sentuhan agar berkembang. Untuk menyebut potensi gili, keberadaan Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air di Kabupaten Lombok Utara menjadi salah satu contoh minat wisatawan berkunjung ke gili. Bagaimana dengan gili yang lain? Itulah pertanyaannya.

“Karena itu S2 Pariwisata di STP Mataram menekankan pada pengembangan pulau-pulau kecil. Kami ingin mencetak pemimpin, akademisi dan praktisi pariwisata yang inovatif, berkelanjutan dan berdampak global,” kata Ketua STP Pariwisata Mataram, Dr.Halus Mandala, M.Hum, Kamius (30/7).

Perbedaan penekanan dengan program studi S2 di perguruan tinggi lain itulah yang mendatangkan sambutan positif dari Dikti. Dari sini diharapkan muncul SDM yang akan mewarnai pemikiran dalam membangunkan sebagian besar potensi tidur itu. Hal ini senada dengan arah yang dituju, yakni Center of Exellence In Small Island Tourism Sustainable Desetination Development.

Menurut Halus Mandala, kurikulum yang dijalankan berbasis OBE (Outcome Based Education) dengan pembelajaran berbasis riset dan studi kasus. Selain kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat, juga diwarnai kegiatan studi lapangan ke pulau-pulau kecil dengan tenaga pengajar kalangan dosen dan akademisi nasional.

“Out put yang diharapkan adalah lahirnya peneliti, perencana pengembangan destinasi, konsultan blue economy pariwisata, manajer destinasi pariwisata, pengembang desa wisata kawasan pesisir, wirausaha pariwisata berkelanjutan, dan ASN bidang pariwisata dan kelautan,” jelasnya.

Dr.I Putu Gede

Sementara itu, Ketua PS S2 Pariwisata STP Mataram, Dr.Putu Gede, mengemukakan sebagian besar pulau-pulau kecil di NTB belum teridentifikasi berkaitan dengan potensinya, apalagi menyangkut akses menuju ke sana. Hal ini menyebabkan sejumlah gili cenderung terabai sebagai aset wisata bahari, konservasi sekaligus investasi.

Sementara yang berkembang baru Gili Tramena. Masing-masing gili tersebut memiliki kekhasan. Sedangkan gili-gili yang belum populer bukan berarti tidak memiliki kekayaan serupa.”Faktor akses menyebabkan keterbatasan wisatawan datang ke sana,” ujarnya.

Menurut Putu Gede, kehadiran program S2 termasuk salah satu yang akan menambal kelemahan SDM di sektor pariwisata. Karena, dalam proses perkuliahan akan ada studi kasus terutama berkaitan dengan gili kecil.

Penulis sejumlah buku pariwisata ini mengatakan, sebelum pendirian S2 pihaknya melakukan studi banding ke sejumlah perguruan tinggi yang sudah memiliki PS S2 Pariwisata. Perencanaan pengembangan pariwisata pulau-pulau kecil yang di dalamnya ada blue economy menjadi ide dasar pendirian PS S2 Pariwisata STP Mataram.

“Sehingga ada beberapa mata kuliah yang diseting memperkuat hal itu seperti perencanaan destinasi pulau pulau kecil dan pengelolaan sumber daya laut. Pulau kecil masih terabaikan walau punya potensi besar. Yang baru tersentuh gunung dan dataran,” katanya.

Penemuan destinasi wisata selama ini tidak mungkin dari orang lokal atau hampir semuanya ditemukan oleh wisatawan. Belajar dari situ, kata dia,  lulusan S2 Pariwisata bisa menjadi  role model dalam pengembangan destinasi tersebut.

“Karena banyak sekali potensi yang belum terkelola. Bahkan beberapa pantai yang sudah dikenal seperti Pantai Pandanan,” ujarnya.

Hal terpenting adalah program ini secara langsung ataupun tidak langsung mendatangkan wisatawan bekualitas yang punya andil dan peduli dengan vegetasi di kawasan pulau kecil. Length of stay nya pun jauh lebih panjang dibanding wisatawan lain,” kata Putu Gede.

Pihaknya sudah memiliki sebanyak 5 doktoryang siap mengisi mata kuliah. Namun, sementara ini mahasiswa yang dicari hanya 10 orang.  Putu Gede seraya menyebut PS S2 Pariwisata dengan penekanan pulau-pulau kecil  itu satu-satunya di Indonesia sehingga cenderung diburu. ian