Kekerasan Terhadap Perempuan di NTB Dominan Terjadi dalam Lingkup RT

banner 120x600

Mataram, DS-Dibalik indek kesetaraan yang membaik, kekerasan terhadap perempuan di NTB meningkat didominasi kekerasan dalam rumah tangga.

Hal itu dikemukakan Ketua LBH APIK NTB, Nuryanti Dewi, Selasa (27/10), menananggapi masih maraknya tindak kekerasan terhadap perempuan.

Tanpa merinci jumlah kasus, jenis kekerasan dalam rumah tangga ini dipengaruhi berbagai faktor seperti ekonomi yang terintegrasi dengan faktor lain.

Para pelaku kekerasan itu sendiri sering kali orang terdekat semisal suami, ayah, bahkan belakangan pacar. Kekerasan yang dilakukan pacar menurut Nuryanti justru menjadi yang sangat memprihatinkan.

“Karena belum saja menjadi suami sudah melakukan kekerasan, ” cetusnya.

Kasus ini terjadi di Lombok Barat tahun 2025 dimana pacar lelaki membunuh kekasihnya karena cemburu dan memasukkan mayatnya ke dalam sumur.

Ia mengakui dari aspek pencegahan banyak pihak sudah melakukannya termasuk pemerintah, akan tetapi dari aspek penanganan sering mengalami kendala dana mengingat penanganan satu kasus bisa menelan waktu yang panjang.

Perintah punya wewenang dalam menekan kekerasan terhadap perempuan, tidak sekadar menyuarakan regulasi melainkan juga bertindak dalam penanganan.

“Memang banyak kendala anggaran, ” katanya terkait penanganan korban tindak kekerasan terhadap perempuan. Akibatnya, tidak 100 persen korban yang ditangani kembali pulih. Tidak sedikit pula yang akhirnya menerima stigma di masyarakat. Ian