Aki Maulana, Beternak Ayam Pejantan, Buktikan Alumni Ponpes Bisa jadi Pengusaha

Foto: Aki Maulana peternak muda di Dusun Gawah Beroro, Menang, Gerung, Lombok Barat. (Foto: Adi).

Siapa bilang alumni Pondok Pesantren tak kreatif, ogah berwirausaha, apalagi di usia masih muda. Buktinya Aki Maulana (22), alumni Pondok Pesantren Al Islahudiny, Kediri, Lombok Barat, selepas dari mondok tiga tahun lalu tak berleha-leha. Ia mengisi waktu beternak ayam kampung pejantan yang biasanya banyak diminati pasar.

Apa yang dilakukan Aki, begitu ia dipanggil, adalah bukti bahwa dari sejak usia muda kemahiran, hobi dan kreatifitas seorang anak muda bisa disalurkan dari lepasan Ponpes.

“Berbekal pengetahuan singkat belajar ekstrakurikuler di luar jam pelajaran wajib, suatu waktu kami dibekali cara berwirausaha ternak khususnya ayam yang bisa ditekuni selepas dari Pondok. Dan ternyata ilmu ini cukup bermanfaat dan kami coba terapkan selepas dari pondok,” ujar pemuda yang tinggal di Dusun Gawah Beroro, Menang, Gerung, Lombok Barat ini,  Sabtu (6/6/2026).

Menurutnya, kemahiran dalam beternak diperoleh sejak masih menimba ilmu di pesantren. Di pesantren itulah ia memperoleh banyak pengalaman yang tidak dimiliki oleh kebanyakan santri. Pengalaman tersebut diyakini suatu saat akan berguna bagi dirinya ketika terjun ke masyarakat.

“Dan kalau kita tekuni secara baik,  apapapun itu akan membuahkan hasil. Kami mengajak rekan-rekan muda khususnya di desa kami untuk tidak gengsi memulai usaha itu walaupun sederhana,” pintanya.

Aki terbilang sukses mengembangkan ayam pejantan. Meski Aki menilai apa yang dilakukannya baru tahap pembelajaran dan uji coba, yang mana kepemilikan ayamnya baru belasan ekor saja. Namun yang ia banggakan berbagai tantangan dan kendala berhasil dolalui selama dalam proses beternak. Bahkan bisa mendatangkan pembeli sendiri.

“Dalam setiap penawaran dari para pembeli saya lepas harganya berkisar antara Rp200 ribu hingga Rp300 ribu tergantung besar dan kualitas ayamnya. Dalam masa pemeliharaan antara tiga sampai enam bulan kami sudah dilirik pasar,” tukasnya.

Menurut Aki, sebenarnya tidak sulit untuk memelihra ayam pejantan atau berternak unggas secara umum. Apalagi soal makanan cukup dengan makanan organic yang biasanya ayam seperti ini mencari sendiri. Bahkan bisa dibuatkan pakan tersendiri yang bahan-bahannya berasal dari alam sekitar yang mudah diperoleh.

“Intinya kemauan untuk memulai, Insya Aloh akan terlihat hasilnya yang memuaskan pada waktunya,” kata Aki.

Cara Aki untuk memulai usaha ini, menurutnya disamping ingin membahagiakan orangtua dan membantu adik-adiknya bisa bersekolah juga ingin melanjutkan pendidikan ke yang lebih tinggi dan bisa mengurangi beban orangtua dalam pembiayaannnya.

“Keinginan untuk bisa memperbanyak jumlah peliharaan ayam pejantan dan membuatkannya kandang khusus dan yang lebih luas Adalah harapan kami. Semoga ada perhatian dari pemerintah ataupun lembaga lainnya,” pungkas Aki. (adi)

Exit mobile version