Gabriel Tan : Berkelanjutan di Sektor Pariwisata Itu Harus Bicara Hasil

Mataram, DS-Istilah berkelanjutan dalam sektor pariwisata harus juga bicara bisnis atau hasil. CEO United Nations Pioneer for Cilcular Economy, Gabriel Tan, mengatakan sustinabiliry bukan hal rumit melainkan praktis.

“Kita membuat keberlanjutan gampang dilakukan dengan cara gampang dan bisa menghasilkan. Kalau tidak ada hasilnya buat apa?” katanya, Minggu (12/7).

Hadir pada acara BOK Sustainability Tea Talk 2 from sustainability to revenue referentation & recognition hospital yang berlangsung di STP Mataram itu, Candra, mewakili kepala Disparekraf NTB, akademisi dan pihak perhotelan.

Gabriel menyoroti aspek revenue, profit dan kemitraan. Pihaknya mengaku bisa membantu hotel mengurangi dampak lingkungan dengan berbagai cara.
“Banyak hotel menyadari sampah makanan berasal dari buah yang tidak dimakan, ” katanya eeraya menyebut kini hotel menggantikan buah dengan produk yang tidak gampang rusak.

“Diganti produk welnes seperti masker yang ada gunanya membantu tamu gampang tidur. Dengan budjet yang sama diganti produk untuk mengurangi sampah makanan dan penggunaan air, ” ujarnya.

Kata Gabriel, keberlanjutan dipikirkan secara praktis, bukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan.

“Kalau tamu mau makan buah bisa dilakukan dengan meminta. Itu salah satu contohnya. Yang disebut keberlanjutan itu bisa menghasilkan, ” cetusnya.

Menurutnya, keberlanjutan bisa diintegrasikan dengan kegiatan sehari hari hotel namun harus bernilai bisnis. “Kini orang bicara keberlanjutan tanpa nilai bisnis, ” katanya.

Ia mengemukakan keberlanjutan berkaitan sekali jumlah wisatawan dengan dampak lingkungan. Karena itu, untuk bicara kualitas hotel dalam aspek ini harus dibangun dulu baru dipromosikaan.

Hal ini dinilai penting mengingat ada proyek bersama PBB tahun depan untuk meningkatkan standar pariwisata Indonesia. Ian

Exit mobile version