Loteng, DS-Kades Selebung, Agus Kusuma Hadi, miliki formula melakukan pencegahan perkawinan anak. Ia mengatakan banyak kasus nikah siri termasuk perkawinan anak dilakukan oleh mereka yang tak punya kegiatan.
“Sebaliknya yang punya kesibukan lebih banyak merencanakan masa depannya, ” katanya.
Pada pertemuan konsolidasi dan koordinasi pencegahan perkawinanan anak dan penandatanganan MoU, penyusunan aksi bersama menuju Lombok Tengah Nol Perkawinan Anak, Senin (15/7), Kades Selebung mengemukakan formula yang digunakan dalam pencegahan perkawinan anak.
Daalam acara yang merupakan bagian dari Program Berani II yang dihadiri di antaranya Ketua Forum Kadus Lombok Tengah, Ketua Forum. Kades, kades lima desa dampingan, MUI, PKK Loteng, Majelis Adat Sasak Loteng, Majelis Krama Adat Loteng, Kemenag serta OPD terkait, Agus mengatakan melakukan strategi di bidang ekonomi.
Salah satunya menghidupkan UMKM di masyarakat yang menjadi kesibukan warga.
“Umumnya mereka membuat gorengan. Kalau dilakulan intervensi umumnya pada bantuan program kepada anak anak rentan melalui kelompok anak muda yang diberdayakan secara ekonomi,” paparnya.
Selain itu, kata dia, perlu ada inovasi di desa seperti tempat berkreasi, fasilitas dan prasarana olahraga. Ian














