Berburu Takjil di Kota Mataram, dari Kelepon Kencrit Hingga Pepes Ikan

Berbagai jenis kue tradisional hingga jajanan modern yang dijual oleh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Mataram, DS-Suasana menjelang waktu berbuka puasa di Mataram dan Lombok Barat semarak selama bulan suci Ramadan. Berbagai sudut kota dipenuhi deretan pedagang yang menjajakan aneka takjil dan jajanan khas untuk menemani masyarakat berbuka puasa.

Pulau Lombok yang dikenal sebagai Pulau Seribu Masjid ini menghadirkan banyak lokasi penjualan takjil, baik di tepi jalan, emperan toko, maupun kawasan strategis lainnya. Warga pun terlihat memadati lapak-lapak pedagang untuk berburu makanan pembuka puasa yang manis dan menyegarkan.

Di Kota Mataram, sejumlah titik ramai dipenuhi pedagang takjil, seperti di Jalan Majapahit depan Taman Budaya Mataram, Jalan Airlangga, Jalan Panji Tilar Negara, hingga kawasan Teras Udayana. Di lokasi tersebut, masyarakat dapat menemukan berbagai jenis kue tradisional hingga jajanan modern yang dijual oleh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Beragam menu takjil tersedia untuk dipilih, mulai dari klepon kencerit, kolak, es campur, onde-onde, wajik, tempani, kue lapis, hingga aneka gorengan seperti tahu isi dan tempe mendoan. Selain itu, para pedagang juga menjual berbagai lauk-pauk seperti olahan ikan seperti pepes ikan, daging, serta sayuran untuk melengkapi menu berbuka puasa.

Salah seorang pedagang takjil, Endang Utami mengatakan bahwa lapaknya mulai ramai dikunjungi pembeli sejak sore hari selepas waktu Ashar.

“Kita siap selalu menjamu masyarakat yang memilih makanan kesukaannya untuk berbuka puasa. Biasanya selepas Ashar sudah banyak warga yang datang mencari berbagai takjil maupun makanan lainnya,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, harga takjil yang dijual cukup terjangkau, berkisar antara Rp5.000 hingga Rp15.000, sehingga masyarakat dapat menyesuaikan pembelian dengan kemampuan masing-masing.

“Silakan pilih sesuai selera dan kemampuan. Kita juga menyesuaikan porsinya dengan harga yang dibeli,” tambahnya.

Endang Utami mengaku momen bulan Ramadan selalu menjadi peluang bagi dirinya dan pedagang lainnya untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

“Setiap Ramadan kami memanfaatkan kesempatan ini untuk berjualan karena bisa menambah penghasilan,” katanya.

Sementara itu, seorang warga bernama Khairani Mustafa yang berasal dari Puyungh, Lombok Tengah mengaku sering membeli takjil di beberapa lokasi di Kota Mataram setelah pulang kerja.

“Biasanya setelah pulang kerja kami mampir membeli takjil dan lauk-pauk untuk berbuka bersama keluarga. Lebih praktis daripada harus menyiapkan semuanya di rumah,” tuturnya.

Hal serupa juga disampaikan Maryati, warga Mataram yang mengaku senang berburu takjil selama Ramadan.

“Saya sangat menyukai takjil selama Ramadan. Kita bisa memilih makanan atau minuman segar sesuai selera,” katanya.

Selain memenuhi kebutuhan berbuka puasa masyarakat, aktivitas penjualan takjil juga menjadi bagian penting dari dinamika ekonomi lokal selama bulan Ramadan. Banyak warga memanfaatkan kesempatan ini untuk membuka usaha kecil yang memberikan tambahan penghasilan.

Dengan banyaknya pilihan makanan dan minuman yang tersedia di berbagai titik kota, masyarakat tidak kesulitan mencari menu berbuka puasa. Kehadiran aneka takjil dan kuliner ini tidak hanya menyemarakkan suasana Ramadan, tetapi juga memberikan peluang ekonomi bagi warga di Kota Mataram dan wilayah Lombok Barat. (adi)

Exit mobile version