Selong, DS – Muhammad Khalid Rozani (29), peternak kambing asal Desa Ketangga Jeraeng, Kecamatan Keruak, Lombok Timur, senyum sumringah setelah ratusan ekor kambingnya ludes terjual di momen Idul Adha 1445 H.
Hari raya kurban tahun ini menjadi berkah karena 320 ekor kambing miliknya terjual untuk kebutuhan hewan kurban hingga H – 1 lebaran. Keuntungannya pun tak tanggung – tanggung mencapai 1 miliar rupiah.
“Kalau untuk di kurban 2024 ini kita
lihat pasar. Alhamdulillah sangat memuaskan, apalagi kalau dilihat dari segi harga yang tahun ini tidak setinggi tahun 2023,” ucap Pendiri CV Cahya Rizki Farm (CRF) Muhammad Khalid Rozani, Sabtu (16/06/2024).
Selebihnya, lanjut dia, dari segi harga pada tahun 2024 ini tidak setinggi tahun 2023 lalu. Tahun ini, ia mengaku menjual satu ekor kambing kisaran 1,7 juta dan paling tinggi 4,5 juta.
“Alhamdulillah kalau tahun ini tidak setinggi tahun kemarin. Artinya normal untuk teman-teman yang ingin berkorban termasuk teman-teman yang di luar Lombok Timur,” imbuhnya.
Lebih jauh Rozani mengatakan telah kebanjiran orderan kambing H-1 bulan sebelumnya. Pembeli tak hanya datang dari Lombok Timur, melainkan ada dari Mataram, Lombok Barat dan Lombok Utara.
“Alhamdulillah banyak juga yang udah memesan kambing kurban disini dan hari ini pun sedang dalam proses pengantaran Distribusi ke seluruh wilayah Lombok,” katanya.
Rozani mengatakan untuk menarik pembeli, dia dan rekan rekannya menyediakan berbagai fasilitas gratis mulai dari pentipan, pemeliharaan hingga pengantaran ke tujuan dan dipastikan ternak kambing yang dijual dijamin sehat dan layak kurban.
“Kami juga ada garansi 100% untuk konsumen, karena itu kambing yang dibeli sudah pasti sehat sampai dengan tujuan atau sampai diterima oleh konsumen,” tegasnya.
“Pengantaran pun tidak dipungut biaya tambahan. begitu kita berikan secara gratis, bagaimana caranya teman-teman yang niatnya berkurban itu tidak kita beratkan lagi di ongkos pengiriman,” imbuhnya.
Rozani bersyukur dari tahun ke tahun pemdapatannya menjual kambing kurban meningkat secara signifikan. Tahun pertama saja total 280 ekor kambing berhasil di jual dengan omset yang didapat Rp 840 juta.
Tahun ini, H-1 bulan saja jumlah kambing kurban yang sudah laku sebanyak 320 ekor, dengan target omset sebesar Rp 1 miliar.
“Perkiraan kurang lebihnya mencapai 320 untuk penjualan tahun ini. Tahun ini kita target bisa distribusi kambing kurban ke seluruh Lombok itu sekitar 400 jadi masih ada stok,” ujarnya.
Rozani sendiri merupakan sarjana peternakan. Setelah lulus kuliah, dia mendirikan kelompok usaha budidaya ternak kambing. Kini, usahanya semakin maju dan berkembang setiap tahun menyediakan ternak kambing untuk kebutuhan hewan kurban. Li
