Buka Puasa Bersama JMSI NTB, Dorong Profesionalisme, Perusahaan Pers di Daerah

MATARAM, DS- Meningkatkan kualitas dan profesionalisme industri media di daerah, Dewan Pers menekankan pentingnya verifikasi perusahaan pers serta uji kompetensi wartawan (UKW).

Anggota Dewan Pers terpilih asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Yogi Hadi Ismanto, pada buka puasa bersama pengurus JMSI NTB, Sabtu, mengingatkan bahwa langkah ini guna membedakan pekerja pers profesional dengan mereka yang tidak memenuhi standar jurnalistik.

Menurut Yogi, verifikasi perusahaan pers tidak hanya sekadar formalitas administratif, tetapi juga berperan dalam menentukan kredibilitas media di mata publik dan mitra kerja, termasuk pemasang iklan.

“UKW dan verifikasi perusahaan pers memiliki keterkaitan erat dengan pihak lain, termasuk pemasang iklan. Ini menjadi tolok ukur apakah seorang wartawan benar-benar profesional atau sekadar mengklaim diri sebagai jurnalis,” ujar Yogi yang juga Ketua Forum TV NTB ini.

Yogi mengaku menemukan fakta mencengangkan bahwa di beberapa wilayah termasuk NTB, jumlah wartawan cukup banyak.

Fenomena ini ditengarai memicu ketidaknyamanan di kalangan pejabat daerah, sehingga beberapa di antaranya terpaksa menerapkan kebijakan satu pintu untuk mengatur interaksi dengan wartawan.

“Tak jarang, ada oknum yang mengaku sebagai wartawan namun belum memenuhi syarat. Mereka justru bertindak seperti preman yang menggunakan profesi ini untuk menakut-nakuti pejabat daerah. Ini yang harus kita atasi bersama dengan regulasi yang lebih ketat,” tegasnya.

Sebagai respons terhadap situasi ini, Dewan Pers berkomitmen untuk terus memaksimalkan program UKW dan verifikasi perusahaan pers, meskipun anggaran mengalami efisiensi.

“Tahun ini, meskipun ada penyesuaian anggaran yang membuat dana Dewan Pers tersisa Rp15 miliar, kami tetap menjadikan program UKW serta pendataan dan verifikasi perusahaan pers sebagai agenda utama,” lanjut Yogi.

Peran JMSI
Di sisi lain, keberadaan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) NTB mendapat apresiasi tinggi dari Yogi. Menurutnya, organisasi ini telah menunjukkan solidaritas dan kemandirian dalam membangun ekosistem pers yang lebih profesional.

“Tanpa dukungan JMSI, mungkin saya tidak akan bisa melangkah sejauh ini dalam pemilihan Anggota Dewan Pers,” katanya dalam acara Buka Puasa Bersama dan Syukuran JMSI NTB di Karambia Café and Lesehan Sayang-Sayang, Mataram.

Pengurus Pusat JMSI, Haji Rudi Hidayat, juga menegaskan komitmen organisasinya dalam mendukung peningkatan kualitas insan pers.

“Ada banyak agenda yang kini menjadi fokus JMSI, termasuk di NTB. Inisiatif Pengurus JMSI NTB untuk menggelar buka puasa bersama sekaligus syukuran ini menjadi bukti nyata solidaritas dalam mendukung profesionalisme wartawan,” katanya.

Ketua JMSI NTB, Boy Mashudi, mengajak seluruh anggota asosiasi untuk tetap kompak demi kemajuan bersama. Dengan total 32 perusahaan media siber yang tergabung di JMSI NTB, ia menegaskan bahwa organisasi ini akan terus mendorong agar seluruh anggotanya mengikuti UKW dan memastikan perusahaan medianya terverifikasi oleh Dewan Pers.

“InsyaAllah, JMSI NTB akan terus berkhidmat membangun daerah melalui pers yang profesional. Kami akan memastikan seluruh wartawan anggota JMSI mengikuti UKW dan mendapatkan sertifikasi sesuai standar yang ditetapkan,” ujarnya.*

Exit mobile version