Cegah Perkawinan Anak, Desa Tanak Beak Membuat Kemah Gubuk

Kades Tanak Beak, H.Usman
banner 120x600

Loteng, DS-Kades Tanaq Beak, H.Usman, mengatakan Bina Keluarga Remaja (BKR) yang selama ini dilakukan melibatkan  300 an peserta tak efektif. Pihaknya kemudian menggelar Kemah Gubuk per dusun dengan 11 kali pertemuan melibatkan semua unsur lembaga desa sambil bersosialisasi pencegahan pernikahan dini.

“Sebab sangat rugi jika anak anak dibiarkan melakukan perkawinan anak. Pada acara ini keluarga yang tak hadir didenda Rp 50 ribu. Jangan sampai pernikahan dini sampai terjadi,” katanya pada Monev Tim Provinsi NTB serangkaian Program Berani II yang dilaksanakan LPA NTB-Unicef di Desa Selebung, Senin (7/10). Desa Tanak Beak, Kecamatan Batuklian Utara, termasuk salah satu yang dimonev.

Ia mengatakan program pencegahan perkawinan anak menginspirasinya melakukan pendekatan agama yang ternyata  membuat banyak masalah  bisa diselesaikan, salah satunya  kenakalan remaja. Pihaknya juga menetapkan denda sosial, yakni mewajibkan pelakunya membayar denda besar. “Ini untuk menekan pernikahan anak,” ujarnya.

Di lingkungan kader ada pertemuan setiap bulan untuk bersosialisasi menekan perkawinan anak. Langkah lain yakni menggelar “Peken Balang” selama 2 jam dari jam 07.00 wita sampai 09.00 wita. Di areal ini dilakukan jual beli  produk lokal guna mengedukasi anak anak untuk membuat kesibukan.

“Ini yang kami lakukan. Beri kesibukan agar tak memikirkan yang lain,” ujar Usman seraya menambahkan, pendekatan pendidikan juga dijalankan melalui  kerjasama dengan perguruan tinggi di Jogyakarta agar  warganya bisa menerima beasiswa.

Menurut Usman,  kendala yang dihadapi adalah kerjasama dan kolaborasi dengan pemerintah terutama kerjasama antar desa. Ketika terjadi kasus, pihaknya  ingin memisahkan pasangan yang sangat muda itu namun di desa lain tempat anak dilarikan ada perlindungan.

“Beberapa kali mau memisahkan terkendala di situ,” katanya.

Di sisi lain  peran krama adat cenderung tidak aktif untuk bisa membantu. Namun, masalah yang paling krusial adalah ketika si anak hamil duluan.

“Sebanyak 70 – 80 persen perkawinan anak di Tanak Beak karena hamil duluan,” ujarnya. Ian