Demo di BRI Cabang Selong Ricuh, Massa Desak Pinca BRI Dicopot

Massa demo Kantor BRI Cabang Selong
banner 120x600

Selong, DS – Aksi unjuk rasa di Kantor BRI Cabang Selong Lombok Timur pada Senin (7/10), berjuang Ricuh. Para pendemo terlibat aksi  saling dorong dengan petugas keamanan saat mencoba merangsek masuk ke dalam Kantor BRI Selong. Massa pun meluapkan kemarahannya dengan membakar ban bekas dan melempar petasan.

Dalam orasinya, massa mendesak Pimpinan Cabang (Pinca) BRI Selong dicopot karena dianggap arogan dan melelang agunan nasabah tanpa prosedur.

Tidak boleh orang yang sombong, orang yang dzolim menjadi pimpinan BRI di Lombok Timur,”, teriak perwakilan massa aksi, Hazifullah Mashuri.

Dia mengaku berkali – kali ingin menemui pimpinan cabang BRI tapi tak kunjung direspon dengan baik, malah menantang untuk datang aksi unjuk rasa. “Sekarang kita jawab, kita akan terus demo tujuh hari,” teriak di depan massa.

Kepala Desa Masbagik Utara Baru, Khaerul Ihsan, yang ikut mendampingi para pendemo mengatakan kedatangan warga meminta solusi terbaik tanpa merugikan bank. Seharusnya, kata Ihsan, BRI sebagai bank BUMN lebih bijak menanggapi persoalan yang dihadapi warga.

Karena menurutnya, secara administrasi ada proses yang keliru yang dilakukan pihak BRI dalam melelang agunan debitur yang tak lain adalah warganya.

“Nasabah tidak tahu sama sekali, langsung dilelang tanpa sepengetahuan nasabah, dilakukan secara sepihak. Dan inilah adalah sindikasi permainan yang luar biasa,” ucapnya.

Sementara itu, Pimpinan Cabang BRI Selong, Dito Sanjaya Putra, bersikukuh proses lelang agunan debitur yang dipersoalkan sudah melalui berbagai tahapan, prosedur dan sesuai aturan yang berlaku.

Meski, sudah mendapat penjelasan dari pihak BRI, para pendemo tetap tidak puas dan mengancam akan melakukan aksi serupa jika dalam waktu dua hari tuntutan mereka belum dipenuhi dan mendapat kepastian.

Setelah menyampaikan aspirasinya, para pendemo membubarkan diri dengan tertib dikawal ketat aparat kepolisian dari Polres Lombok Timur. li