Dedy Suhirman Resmi Daftar Bakal Calon Kades Golong, Pertaruhkan Status P3K 

LOMBOK BARAT, DS — Langkah Dedy Suhirman menuju Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Lombok Barat 2026 semakin mantap. Pada Jumat (2/10/2026), Dedy resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa Golong, sekaligus menjadi pendaftar di hari kelima dalam kontestasi Pilkades Desa Golong.

Pendaftaran bakal calon Kepala Desa Golong sendiri dibuka sejak tanggal 28 September hingga 7 Oktober 2026 mendatang. Bagi Dedy, keputusan tersebut bukan sekadar langkah untuk mengejar sebuah jabatan, melainkan bagian dari ikhtiar untuk pengabdian kepada masyarakat, khususnya Desa Golong.

Keputusan maju dalam Pilkades juga membuat Dedy harus siap meninggalkan statusnya sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu yang selama ini dijalaninya di Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Lombok Barat.

Dedy mengaku siap melepas status tersebut dengan penuh keikhlasan apabila nantinya dipercaya masyarakat menjadi Kepala Desa Golong. Namun, jika belum mendapat amanah tersebut, ia menyatakan siap kembali menjalankan tugasnya sebagai PPPK.

“Ini bagian dari pilihan saya untuk mengabdikan diri dalam ruang yang lebih luas dan bersama-sama mendorong kemajuan Desa Golong,” ujarnya usai melakukan pendaftaran.

Berbekal pengalaman dalam pengabdian di Pemerintahan, Dedy membawa sejumlah gagasan yang dituangkan dalam visi: “Terwujudnya Desa Golong yang Berbudaya, Mandiri, dan Sejahtera serta dilandasi nilai-nilai Taat Tindih dan Terampil.”

Untuk mewujudkan visi tersebut, Dedy menawarkan sejumlah misi yang mencakup berbagai sektor pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Pertama, memperkuat kerukunan dan persatuan masyarakat dengan membangun Desa Golong yang harmonis melalui toleransi, saling menghormati dan semangat gotong royong antara masyarakat Muslim, Hindu serta seluruh unsur masyarakat.

Kedua, mewujudkan tata kelola pemerintahan Desa Golong yang bersih, transparan dan melayani masyarakat tanpa memandang status sosial. Hal ini dilakukan melalui peningkatan kualitas pelayanan yang cepat, mudah, adil dan terbuka, sekaligus melibatkan masyarakat dalam perencanaan serta pengawasan pembangunan desa.

Ketiga, mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM, pertanian, peternakan, ekonomi kreatif dan berbagai potensi usaha lainnya. Upaya tersebut diarahkan melalui pembukaan akses pelatihan, pemasaran serta kerja sama dengan pemerintah daerah maupun pihak lainnya.

Keempat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan mendukung pendidikan, keterampilan, kepemudaan, olahraga serta kegiatan sosial-keagamaan. Menurut Dedy, generasi muda Desa Golong perlu dipersiapkan agar memiliki kemampuan, karakter dan daya saing.

Kelima, membangun infrastruktur secara merata dan berkeadilan, meliputi pembangunan dan peningkatan jalan, irigasi, sanitasi, air bersih, fasilitas umum serta sarana lainnya berdasarkan kebutuhan masyarakat di masing-masing dusun.

Keenam, menjaga dan mengembangkan budaya serta kearifan lokal. Tradisi, kesenian dan budaya masyarakat Desa Golong akan dipandang sebagai kekayaan bersama, sementara keberagaman agama dan budaya menjadi kekuatan dalam membangun desa.

Ketujuh, mewujudkan desa yang sehat, bersih dan peduli lingkungan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan, kesehatan dan pengelolaan sampah sehingga tercipta lingkungan Desa Golong yang nyaman.

Kedelapan, memperkuat pemberdayaan perempuan, pemuda dan kelompok masyarakat. Dedy ingin memberikan ruang yang luas bagi perempuan, pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat, kelompok tani serta seluruh elemen masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan desa.

Dengan visi dan misi tersebut, Dedy menegaskan bahwa pencalonannya merupakan ikhtiar untuk menghadirkan pengabdian yang lebih luas sekaligus mendorong Desa Golong menjadi desa yang semakin Berbudaya, Mandiri, dan Sejahtera serta dilandasi nilai-nilai Taat Tindih dan Terampil. (adi)

Exit mobile version