Selong, DS- Aksi unjuk rasa mahasiswa di Kantor Bupati Lombok Timur ricuh, Kamis (22/01/2026). Para pendemo terlibat aksi saling dorong dengan aparat keamanan saat mereka berupaya menerobos masuk ke halaman Kantor Bupati Lotim. Akibatnya dua mahasiswa terluka.
Massa aksi berhasil merangsek ke halaman kantor Bupati dan meminta bertemu dengan Bupati Haerul Warisan. Namun, massa aksi saat itu hanya ditemui oleh Kepala Bakesbangpoldagri Lombok Timur dan Asisten II.
Tak terima ditemui oleh perwakilan Bupati, mahasiswa kemudian bergerak untuk masuk namun dihadang oleh pihak keamanan. Sehingga, terjadilah kericuhan antara massa aksi dan pihak keamanan yang menyebabkan dua mahasiswa mengalami luka-luka di bagian wajah.
Koordinator Umum (Kordum) aksi, Abdul Qadir Jaelani, menyayangkan aparat keamanan yang diduga melakukan kekerasan terhadap massa aksi saat demonstrasi. Ia juga mengatakan, pihaknya telah memasukan surat pemberitahuan Polres untuk melakukan pengamanan sebelum massa aksi.
“Tadi ada dua korban rekan kami, sangat kita sayangkan dari pihak kepolisian padahal sebelum kami ke kantor bupati kami sudah masukkan surat kepada kepolisian untuk menjaga massa aksi,”ujarnya.
Ia mengaku kesal dengan tindakan pihak kepolisian karena tidak benar-benar melakukan tugasnya yang menjaga massa aksi malah melakukan kekerasan terhadap massa aksi.
“Malah seperti ini yang dilakukan oleh teman Kepolisian itu sangat kami sayangkan dan kami akan melanjutkan proses ini ke proses hukum,” terangnya
Sebelumnya, ratusan mahasiswa dan pemuda yang mengatasnamakan diri Aliansi Peduli Pariwisata menggeruduk Kantor Bupati Lombok Timur (Lotim), Mereka menyoroti tata kelola pariwisata di Lotim yang dinilai sarat akan kepentingan politik.li
