Mataram, DS-STP Mataram menjalin kerjasama kemitraan dengan Balai Pengelolaan Kelautan (BPK) Denpasar. Penandatangan kerjasama berlangsung di kampus setempat, Rabu (3/5).
Hadir Ketua STP Mataram Dr. Halus Mandala didampingi Prodi UPW STP Mataram Dr. Mawar dan Kepala Balai Pengelolaan Kelautan Denpasar Getreda Melsina Hehannusa didampingi Koordinator Satpel Lombok Utara Wilker Gili Matra, Martanina, bersama staf.
Kepala Balai Pengelolaan Kelautan Denpasar, Getreda Melsina Hehannusa , mengatakan bahwa MoU ini menjadi bagian dari pelaksanaan tupoksi melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi dan mitra yang punya tupoksi sama.
“Tujuan kami melakukan penandatanganan ini adalah untuk mendukung kegiatan pengelolaan kawasan konservasi dalam upaya perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan sumber daya perairan secara berkelanjutan di kawasan konservasi Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan yang ada di Provinsi NTB,” paparnya.
Ruang lingkup kerjasama diantaranya peningkatan kapasitas SDM terkait perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan kawasan konservasi. Kedua, peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat serta peningkatan layanan pemanfaatan kawasan konservasi untuk wisata bahari berkelanjutan.
“Ke depan STP bisa membantu balai dalam mencetak SDM yang paham terkait wisata berkelanjutan, ” imbuh Koordinator Satpel Lombok Utara Wilker Gili Matra, Martanina. Ia menambahkan bahwa dalam kerjasama ini ada edukasi dan publikaksi iimiah melalui kerjasama dengan lokasi dan out put yang terukur. Di Indonesia terdapat 10 kawasan konservasi. Khusus BPK Denpasar meliputi tiga kawasan.
Sementara itu, Ketua STP Mataream, Halus Mandala, mengatakan pada prinsipnya pihaknya sangat mendukung program Kementerian Kelautran dalam meningkatkanhb kapasitas SDM khususnya di NTB selain membantu dalam mengedukasi masyarakat terkait pemahaman konservasi.
Pihaknya juga mendukung penelitiuan bersama dengan harapan sharing pengalaman dan memberikan pemahaman kepada masyarakat. Ia berharap ke depan ada pemanfaatan hasil konservasi sebagai destinasi baru.
” Ada bentuk yang bisa diamati dan dikunjungj pelaku wisata guna memeriahkan kepariwisataan di Lombok dan menambah SDM yang ada di Lombok, ” cetusnya.ian
