Dua Balita Stunting di Karang Bayan, Babinsa Perempuan ini Sigap Salurkan Bantuan

banner 120x600

Lombok Barat, DS-Bintara Pembina Desa (Babinsa) Karang Bayan, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat pada Koramil 1606-08/Narmada, Pelda (K) Ni Nyoman Dewi Tri Ary Susanti menunjukkan perhatiannya terhadap kesinambungan kesehatan generasi ke depan dalam membentuk Sumberdaya manusia yang siap melanjutkan estafet perjuangan dan pembangunan bangsa ke depan.

Kepedulian yang ditunjukkannya yakni dengan melakukan bimbingan sekaligus menyalurkan bantuan langsung kepada dua anak penyintas stunting di Desa Karang Bayan yakni Satria (1,5 tahun), putra dari pasangan Paini (44) dan Marni (42), serta Almaira Zahra (3 tahun), putri dari pasangan Sakiah (40) dan Kahardi (42).

“Kami turun langsung ke rumahnya selain untuk memberikan himbauan untuk tetap menjaga kesehatan juga kita berikan perhatian khusus pada kedua anak ini karena mengalami stunting terutama menyangkut asupan gizinya dan dorongan kepada masyarakat sekitar untuk sama-sama memperhatikan kesehatan tetangga atau warga lainnya yang mengalami gangguan gizi buruk berdampak stunting,” kata Pelda (K) Dewi sapaan akrab Babinsa perempuan pertama di NTB ini akhir pekan ini.

Dalam Sambang langsung dua balita tersebut dilakukannya pada akhir pekan lalu dengan penuh kasih sayang, rasa empati dan rasa tanggung jawab sosial, yang membutuhkan perhatian khusus. Dalam sambang langsung ini ia didampingi perangkat Desa Sekretaris Desa (Sekdes) Karang Bayan, Mandrawasih, dan Kadus Karang Bayan Timur, Sudiawan.

“Kehadiran kami tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga memberikan semangat dan motivasi kepada keluarga agar terus berupaya meningkatkan kesehatan dan gizi anak-anak mereka,” ujarnya.

Babinsa Pelda Dewi berharap agar bantuan yang disalurkan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi anak serta meringankan beban keluarga. Lebih dari sekadar pemberian bantuan, kegiatan ini menjadi simbol kepedulian dan perhatian bersama terhadap tumbuh kembang anak-anak diwilayah tersebut.

“Kami sangat terbantu dan merasa diperhatikan, terlebih dengan kehadiran langsung aparat dan perangkat desa yang memberikan dukungan moral,” kata Paini (44), orang tua dari Bara Satria.

Bagi Pelda (K) Ni Nyoman Dewi Tri Ary Susanti, upaya penanganan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, tetapi membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk masyarakat. Dengan adanya kepedulian bersama, diharapkan anak-anak yang mengalami stunting dapat tumbuh lebih sehat dan memiliki masa depan yang lebih baik,

Kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian sosial dapat dimulai dari langkah sederhana, yakni hadir dan peduli terhadap sesama.

Sementara itu Sekdes Karang Bayan, Mandrawasih menjelaskan, melalui aksi nyata seperti ini, harapan untuk menciptakan generasi yang sehat dan kuat di Desa Karang Bayan semakin terbuka lebar, “ ujarnya. (adi).

Foto: Babinsa Karang Bayan, Pelda (K) Ni Nyoman Dewi Tri Ary Susanti saat Timur, Lombok Barat.adi