DALAM PENCARIAN HAK ASASI
a.
langit melangit,seluas pikiranmu
selalu kekar mengembang
memayungi bumi,tanah fitri.
ada sekawan debu terbang
dan yang basah kuyup oleh mata airMu yang mencair subur
Tanah Air tercinta
b.
bumi,berselimut rerumputan
tempat cari mangsa hewan jinak dan liar
di atas tanah ini para insan mengucur keringat
memahat selamat keluarga dunia akhirat
anak-anak pun asik bermain tanah-tanahan
mereka pun berlarian menginjak- injak tanah merebut layang-layang yang putus benang belingnya
c.
burung-burung berterbangan di angkasa raya
anak-anak pun berkejaran merebut bayang melayang di permukaan tanah
suatu ikhtiar yang dungu dan sia-sia belaka
tak terkejar karena yang mengipas napas nyawa
jauh tinggi di atas awan
di bawah langit-melangit biruNya.
d.
hidup tak pernah redup
di seputar siklus hidup Dia Maha Kendali
dari musim kemarau ke musim hujan
perputaran alam semesta
selalu dan sering dalam perubahan
hari ini siang hari di bumi.kediamanku
bergantian malam hari di bumi tinggalmu
e.
kita pun bersukur atas hadiah anugerah dari terkasih Maha Makmur
yang tak terbilang bilangannya
aku dan pencerah cuaca cinta kasih
menadah jemari tangan ke langitMu
Mohon senarai doa seputih hatimu:
laut biru membiru itu
kita mengusik seteru
adalah langit semesta cintaMu
yang sungguh melegenda
Dia Maha Sejahtera bagi makhluk ciptaanNya.
Pulau Sumbawa yang SaMaWa
Senin,20 Oktober 2025.
SADARI DIRI YANG FITHRI
I.
dari mereguk bir,berjudi kartu remi,copet duit
ditopang omong kosong
hingga napsu harimau mendidih dalam tungku waktu dirinya
sang pendosa halalkan perbuatannya
melawan gagasan firmanNya
caci dan dicaci
korban dan dikorban
bunuh dan dibunuh dianggap tudingan itu
suatu kewajaran dalam dunia semak belukar
di luar pagar etika nurani
di luar nalar kemanusiaan yang Maha Kendali Ilahi.
II.
merasa diri digerogoti dosa besar
lalu melidah lisan santun sungguh ikhlas tulus
semesta benua dosa akan dicuci bersih dalam nurani batin
pada riak lautan menggulung ombak tertawa
karena gembira ria dikeredhaanNya
membasuh karatan dosa
setiap para insan yang taubat
merapat makrifat
akan pulang sembari mengaca di cermin cahaya iman
ke muasal kejadian Maha Gusti Yang Abadi.
Pulau Sumbawa di bawah kaki langit
21 Oktober 2025.














