Dua Puisi H.Dienullah Rayes

banner 120x600

MATA AIR TERJUN KE BUMI NURANI

 

Akar pepohonan di hutan kalbu
Mata air jelma menjadi anak kali
Lalu terjun ke lembah hijau menawan
Pecah tawa jelma buih — buih puisi fitri bening
Mengalir,menghilir hingga ke muara bianglala
Menuju pertemuan saudara tawar air minum — asin garam
Garam.mengeram dalam dada kita
Kita pun adalah lubuk.kalbu
Tempat pertemuan rasa manusiawi dan samudra yang mengombak gagasan.

Perjalanan mimpi dan cita– cita melangit dan membumi.

Kita rerumputan selimut bumi
Pun kita samudera akal
Yang kekal dalam palung alam.semesta Mu.

Alhamdulillah, Ramadhan pergi ke negeri misteri Maha Abadi
InsyaaAllah sebelas bulan purnama hijriah berjaya kita jumpa lagi
Dalam anggukan mekar mawar senyuman
Dari bibir nurani Mu menggetar tirai kisi – kisi jendela alam.semesta cinta.

Pulau Sumbawa di bawah kaki langit nusantara
Ahad – wahid 22 Maret 2026.

 

MOHON AMPUN MATA AIR TUNTUNAN MU

A.
RAMADHAN hilang bayang
Namun sang Mentari binar sinarmu
Rembulan pentas pesta cahayamu
Saat binar sinar dan pesta cahaya
Saya pun mohon ampun kepadaMu
Semoga puasa selama di tungku waktu
Mengepul lurus asap di keraton langitMu.

B.
Ya Tuhan maha melangit membiru
Maha membumi menghijau
Engkau maha sejahtera
Dan darimu kesejahteraan yang mengawan itu
Maha tinggi maha suci
Yang memiliki keagungan dan keanggunan.

C.
Terimalah ramadhan, shalat,doa,pikir dan zikir fitri ini
Dalam anggukan dan senyumamMu
Beralas ikhlas
Dari insan yang sungguh sujud tubuh dan kalbu ini
Pada Mu jua.
Bukan pada selain Engkau
Yang sarat daya tipu.

Pulau Sumbawa di bawah kaki langit
Sabtu — batu tugu,
21 Maret 2026