Expo Data PBS Lombok Barat Dorong Transformasi Pendidikan Inklusif Berbasis Data

Expo Data PBS (Profil Belajar Siswa) Kabupaten Lombok Barat pada Senin (11/5/2026) di Aula Pertemuan Bapperida Lombok Barat. 

Lombok Barat, DS — Pemerintah Kabupaten Lombok Barat bersama berbagai pemangku kepentingan menggelar kegiatan bertajuk Expo Data PBS (Profil Belajar Siswa) Kabupaten Lombok Barat pada Senin (11/5/2026) di Aula Pertemuan Bapperida Lombok Barat.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat transformasi pendidikan inklusif berbasis data akurat dan kolaborasi lintas sektor.

Acara tersebut dihadiri Sekretaris Bapperida Lombok Barat, Yulinda Irmayani, ST., OPD terkait, unsur Bapperida, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Pengawas MI Kemenag, Pengawas SD Dikbud, SDN 1 dan SDN 2 Kuripan Timur, Kepala Desa Kuripan Timur, PKBM Tunas Aksara Kuripan Timur, PKBM Al Husna Desa Gelogor, PKBM Annur Desa Lembar, PKBM Kecamatan Gerung, Tim Data PBS Kabupaten Lombok Barat, Tim Program INOVASI NTB, serta Tim Konsorsium Pendidikan Inklusif Kuripan Timur yang terdiri dari LPA NTB, KNTBM, Komunitas Begibung, dan SOBAT.

Mewakili Kepala Bapperida Lombok Barat, Sekretaris Bapperida, Yulinda Irmayani, menyampaikan apresiasi atas dukungan Program INOVASI NTB yang selama ini menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dalam meningkatkan kualitas pendidikan daerah.

Menurutnya, kegiatan Expo Data PBS sangat sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dalam mendorong transformasi pendidikan yang menekankan pada inklusivitas bagi anak dengan kebutuhan khusus, penyediaan data yang akurat dan tervalidasi, serta penanganan yang terintegratif dan kolaboratif berbasis tata kelola Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Dalam pemaparannya, Yulinda menegaskan bahwa program-program yang dikembangkan melalui pendekatan PBS selaras dengan visi dan misi Bupati Lombok Barat, khususnya:

Misi 1: Mewujudkan SDM berkualitas, berdaya saing global, dan berkarakter, melalui penguatan budaya literasi dan numerasi serta peningkatan aksesibilitas dukungan pembiayaan pendidikan bagi warga tidak mampu dan kelompok rentan.

Misi 3: Mewujudkan ketahanan keluarga, sosial, dan budaya berbasis kearifan lokal, termasuk peningkatan kesetaraan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas dan lanjut usia.

Berdasarkan data PBS yang telah diinput dan diolah oleh Tim Data PBS Kabupaten Lombok Barat, ditemukan lebih dari 2.700 anak mengalami hambatan fungsional belajar, dengan lebih dari 250 anak masuk kategori hambatan fungsional belajar berat.

Sekretaris Bapperida menekankan bahwa data tersebut perlu segera dilakukan validasi oleh Dinas Kesehatan dan dilanjutkan dengan verifikasi datasen oleh Dinas Sosial, terutama terkait kategori desil dan tingkat kemiskinan keluarga, sehingga intervensi yang dilakukan dapat lebih tepat sasaran.

Setelah sesi pembahasan data, Konsorsium Pendidikan Inklusif Kuripan Timur yang dipimpin oleh LPA NTB diberikan kesempatan untuk memaparkan praktik baik pemanfaatan data PBS di tingkat masyarakat. Bersama Program INOVASI NTB, konsorsium tersebut mengembangkan inisiatif pendidikan inklusif berbasis masyarakat melalui PKBM di Desa Kuripan Timur.

Inisiatif tersebut dirancang dengan melibatkan berbagai pihak di tingkat desa untuk mengenali persoalan pendidikan, khususnya rendahnya capaian literasi anak SD dan MI, serta menyusun solusi bersama melalui kolaborasi antara PKBM, sekolah dasar, pemerintah desa, tokoh masyarakat, PKK desa, dan kader desa.

Melalui pendekatan ini, pendidikan inklusif tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga menjadi gerakan bersama masyarakat desa dalam memastikan setiap anak mendapatkan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhannya.

Pada akhir pertemuan, para peserta menyepakati sejumlah rencana tindak lanjut, antara lain:

Koordinasi teknis antara Dikbud, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Bapperida terkait pengiriman data PBS kepada Dinas Kesehatan pada Senin, 18 Mei 2026.

Validasi data oleh Dinas Kesehatan dan puskesmas.

Verifikasi datasen (desil kemiskinan) oleh Dinas Sosial terhadap data PBS yang telah divalidasi.

Padu padan data antara Dukcapil, Dikbud, dan Dinas Sosial.

Selain itu, tiga PKBM yakni PKBM Al Husna Desa Gelogor, PKBM Annur Desa Lembar, dan PKBM Kecamatan Gerung menyatakan komitmennya untuk mendukung dan mereplikasi inisiatif pendidikan inklusif berbasis masyarakat yang telah dan sedang berjalan di Desa Kuripan Timur.

Kegiatan Expo Data PBS ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan sistem pendidikan inklusif berbasis data di Kabupaten Lombok Barat, sehingga setiap anak, termasuk anak dengan hambatan fungsional belajar, dapat memperoleh hak pendidikan yang setara, berkualitas, dan berkeadilan.ian

Exit mobile version