Selong, DS- Focus Group Discussion (FGD) penyusunan naskah akademik pembentukan kelembagaan pengelola sentra IKM Porang Lombok Timur digelar Kamis (4/7). Kegiatan yang dibuka Pj. Bupati H. Muhammad Juaini Taofik di Rupatama 1 Kantor Bupati setempat itu dihadiri Direktorat IKM Pangan, Furnitur dan Bahan Bangunan, Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengan dan Aneka (IKMA), OPD terkait, akademisi dan petani porang.
Pj. Bupati dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kegiatan tersebut guna membedah persoalan yang dihadapi IKM, utamanya IKM Porang di daerah ini. Ia meminta semua pihak yang terlibat dapat mengungkapkan persoalan yang dihadapi dan berharap FGD menghasilkan rekomendasi dengan target spesifik.
Juaini menyadari pertumbuhan ekonomi Lombok Timur masih perlu distimulasi. Karena itu kehadiran Dana Alokasi Khusus (DAK) dinilai akan sangat berperan. Terlebih dalam beberapa tahun ke depan — seiring keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) — yang diyakini berdampak terhadap pengembangan kawasan ekonomi, termasuk di Lombok Timur.
“Karena itu penting bagi daerah ini untuk terus bertransformasi mewujudkan ekonomi inklusif,” katanya.
Terkait potensi porang Lombok Timur, Pj Bupati berharap dapat dioptimalkan sebagai produk unggulan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar, tentunya melalui kreativitas dan inovasi.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian draf/konsep organisasi kelembagaan sentra IKM olahan pangan berbasis porang oleh akdemisi dari Universitas Mataram.
