FGD Yayasan Rumah Energi Siap Launching 34 Titik Biodigester

banner 120x600

Yayasan Rumah Energi (YRE) NTB terus mematangkan kesiapannya bagi ikut berpartisipasi membantu pemerintah NTB dalam rangka membangun desa berdaya. Salah satu yang ditawarkan  kepada pemerintah dan masyarakat NTB adalah pembangunan biodigester di 34 titik se NTB.

Project Manager Pelita NTB-YRE, Krisna, mengharapkan  34 titik ini dapat menjadi percontohan bagi masyarakat NTB untuk mengambil inisiatif bagi penggunaan energi terbarukan.

Sebagai tahapan persiapan yang dilakukan oleh YRE dalam rangka membangun 34 titik biodigester, digelar FGD dengan fokus pada Detail Enginering Design (DED). Tujuannya memberikan kemudahan kepada user.

“Bagaimana pun biodigester yang hendak dibangun harus ramah kepada semua segmen, baik masyarakat pada umumnya lebih-lebih bagi penyandang disabilitas, ” kata Krisna.

FGD juga mengundang perwakilan disabilitas untuk mendalami secara detail apa yang diperlukan dalam menghadirkan biodigeseter ramah kepada semua. Oleh karena itu semua peserta disabilitas dalam FGD  di Resto D Golong Kecamatan Narmada pada tanggal 10 September 2026 betul-betul menjadikan perwakilan disabilitas sebagai subyek.

“Mereka didengarkan semua masukan-masukan darinya, ” cetusnya seraya menyontobkan  dalam membuat biodigester di mana disabilitas menggunakan kursi roda, maka harus dimungkinkan untuk dapat diakses dengan kursi roda.

“Begitu pula dengan keberadaan disabilitas fisik lainnya harus pula dimungkinkan mereka dapat dengan mudah mengakses area biodigester, ” paparnya.

Pada alat pencacah sampah organik juga masukan-masukan dari para perwakilan disabilitas ditampung. Dalam hal ini alat pencacah tenaga surya  dilengkapi dengan rambu-rambu atau penanda bagi mengetahui bahwa alat pencacah sudah siap digunakan atau masih dalam mode off.

Bagi tuna rungu, kata dia, harus ada pula penanda lewat suara dering yang memungkinkan mereka mendengar bahwa alat pencacah sampah organik sudah selesai atau sedang berproses dalam operasinya mencacah.

“Intinya semua masukan dari setiap perwakilan disabilitas betul-betul diakomodir, agar pembuatan kompor biodigester dapat digunakan oleh semua segmen masyarakat, ” ujar Krisna.

Hirwan, salah seorang Guru SMK yang juga mencipta alat pencacah sampah organik, memaparkan sekaligus mempraktikkan alat pencacah standar bertenaga surya.

Narasumber lainnya juga memberikan penjelasan detail mengenai biodigester dengan berbagai tata letak dan tata ruangnya maupun kedalaman, lebar, panjang tabung biodigester, lengkap dengan berbagai alat yang diperlukan sampai pada menghantarkan api ke kompor di dapur.

Usaha maksimal dari FGD yang dilakukan merupakan upaya serius dan sungguh-sungguh dari YRE untuk segera melaunching 34 titik percontohan biodigester di NTB seiring dengan pembangunan desa berdaya oleh pemerintah Provinsi NTB.

“Semua ini kita lakukan agar ke depannya biodigester yang dibuat betul-betul siap bagi semua segmen masyarkat umum maupun pengarusutamaan gender, disabilitas dan inklusi, ” ucapnya pada penutupan FGD.

FGD yang fokus pada DED dihadiri  30 peserta yang terdiri dari berbagai perwakilan masyarakat. Semua peserta sangat atausias mengikuti jalannya FGD. Mereka melihat ada peluang bagi penggunaan energi terbarukan yang ramah lingkungan serta bahan-bahannya bisa didapatkan setiap saat. Karena, bahan bakunya dari buangan limbah kotoran hewan bahkan kotoran manusia dan bahan organik lainnya yang bersumber dari sampah rumah tangga.ian