Gaet Investor Asing, Lombok Timur Kembangkan Potensi Anggur

Zamroni
banner 120x600

Selong, DS – Kabupaten Lombok Timur memiliki potensi besar di sektor pertanian diantaranya dalam pengembangan tanaman  anggur. Adalah Ganang Grape Belanting yang dikembangkan  Yayasan Baitul Mall Brilian di Desa Belanting, Kecamatan Sambelia. Program ini menggandeng CSR Brilian di bawah binaan Ustaz M. Shahidul Wathan.

“Alhamdulillah, baru enam bulan berjalan kami sudah panen 60 kwintal,” ujar Staf Khusus Bupati Lotim Bidang Investasi dan Hubungan Internasional, Ustaz Zamroni, Rabu (30/4).

Satu unit green house ukuran 5×7 meter, mampu memroduksi sekitar 1.200 kilogram anggur per tahun.

“Kalau kita bangun 1.000 unit, omzetnya bisa tembus Rp 60 sampai Rp 80 miliar. Ini potensi besar,” ucapnya.

Tak hanya soal panen, program ini juga membawa misi sosial. Para petani penggarap adalah mustahik penerima zakat yang ditargetkan naik kelas menjadi muzakki alias pemberi zakat.

“Kita ingin mereka mandiri secara ekonomi,” ujar Zamroni.

Pemkab Lotim menargetkan tambahan 100 unit green house dengan kebutuhan dana sekitar Rp 1,5 miliar. Dana ini ditarget dari investor asing, termasuk dari Arab Saudi.

“Kami sedang intens menjajaki komunikasi. Kalau ini berhasil, ratusan bahkan ribuan investor bisa datang ke Lotim,” katanya optimis.

Program ini mengusung konsep terintegrasi, dari hulu ke hilir: budidaya, pembiayaan, pelatihan digital, pengemasan, pemasaran, hingga ekspor.

“Satu green house bisa menyerap 3 sampai 4 tenaga kerja. Kalau ada 1.000 unit, ada 4.000 lapangan kerja tercipta,” bebernya.

Kelompok petani anggur

Pemkab juga telah menggandeng 34 pasar tradisional untuk menyerap hasil panen. Petani tak hanya disuruh tanam, tapi juga didampingi sampai ke pasar.

“Market-nya kita siapkan,” ujar Zamroni.

Tak hanya dijual segar, anggur juga bisa diolah menjadi jamu, media edukasi, bahkan jadi daya tarik wisata. Belanting disiapkan sebagai pusat pelatihan digital anggur berbasis HP dan komputer.

“Satu titik bisa latih 100 orang. Biayanya cuma Rp 100 ribu per orang. Ini benar-benar gerakan ekonomi rakyat,” jelasnya.

Zamroni juga mengapresiasi peran Baznas Lotim yang mendukung penuh program ini, khususnya dalam pembinaan mustahik.

“Sinergi zakat dan investasi seperti ini harus terus dikembangkan,” tandasnya.

Tanaman anggur dari proyek percontohan kini sudah memasuki masa panen. Pemkab Lotim pun siap melaunching secara resmi program ini.

“Soal perizinan, karantina, dan distribusi harus lancar. Jangan ada yang kerja setengah hati,” tegas Zamroni yang optimistis tahun 2025 bakal jadi momentum kebangkitan investasi pertanian di Lombok Timur. Dan, anggur akan jadi pintu masuk investor untuk menanamkan modal ke sejumlah sektor lainnya.li