Gawe Gubuk di Lombok Menjangkau 7.086 Warga Rentan

Salah satu pelayananGawe Gubuk di Desa Jenggala di bidang kesehatan.ian

Mataram, DS-Selama berlangsungnya Gawe Gubuk pelayanan terintegrasi serangkaian program pencegahan perkawinan anak, layanan yang diberikan telah menjangkau sebanyak 7.086 orang, meliputi  3.578  laki-laki dan  3.508 perempuan. Layanan itu mencakup berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial.

Sekretaris Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB, Sukran Hasan, Kamis (24/10), memaparkan bahwa Gawe Gubuk atau Gawe Desa sudah berlangsung di Desa Lendang Nangka Utara, Desa Jurit (Lombok Timur), Desa Sigar Penjalin, Desa Bayan dan Desa Jenggala (Lombok Utara) serta Desa Selebung dan Bangket Parak (Lombok Tengah).

Menurut Sukran, Gawe Gubuk itu melibatkan seluruh stakeholders terkait seperti  Bappeda, DP3AKB, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Dukcapil, Dinas Sosial, Dinas PMD, BKKBN, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, BAZNAS, Kemenag, Pengadilan Agama, Kominfo, TP-PKK, NGO, BUMD, dan Telkomsel, Forum Anak dan Pemerintah Desa.

“Momentum pelayanan terintegrasi yang bernuansa lokal itu berlangsung di desa menghadirkan  layanan pemerintah, swasta dan BUMN dengan masyarakat rentan sebagai sasarannya,” katanya.

Hal yang sangat menarik  adalah layanan yang tidak hanya menyentuh pada anak anak melainkan juga kalangan disabilitas, orangtua bahkan lansia. Walaupun berbagai jenis layanan diberikan, mulai dari dokumen kependudukan, bantuan pendidikan, edukasi kesehatan, BPJS hingga bantuan sosial, kata dia, isu pencegahan perkawinan anak menjadi bingkai dari jenis-jenis layanan itu.

“Berbagai kebutuhan bagi masyarakat kecil itu memiliki irisan dengan pencegahan perkawinan anak yang sering disebabkan oleh faktor ekonomi dan pengetahuan masalah reproduksi,” kata Sukran.

Berbagai jenis layanan yang mengambil tempat di desa membuat Gawe Gubuk menjadi sangat populer kehadirannya di tengah-tengah masyarakat sehingga warga masyarakat datang berbondong-bondong melakukan pemenuhan layanan yang dibutuhkan di lokasi acara, yakni kantor desa.

Sementara itu, dari kegiatan Program Berani II  yang telah berlangsung di 15 desa di Pulau Lombok,terdapat  penerima manfaat langsung sebanyak  3.600 remaja / anak,  1.000 orang tua / pengasuh, -150 fasilitator komunitas, -150 anggota komunitas, dan -450 orang pekerja sosial dan penyedia layanan  dari PATBM, guru, Peksos, Konselor.

Sedangkan Penerima manfaat tidak langsung, lanjut Sukran,  sebanyak 15.000 remaja di 5 desa,  10.000 orang tua  / pengasuh, 1.000 orang  anggota komunitas dari Forum Anak, Gendre, Remaja Masjid, OSIS, Guru / Ustadz, Komunitas Adat, Kader Posyandu, Tim Pendamping Keluarga, Kader PKK Desa, Karang Taruna, Muslimat NW, Aisyiah, Lakpesdam NU, Forum Pesantren, Forum Badan Perwakilan Desa.ian

Exit mobile version