Gubernur dan Bupati Terpilih Hadiri Wisuda UGR Angkatan XXV 2024

banner 120x600

Mataram, DS-Gubernur NTB dan Bupati Lombok Timur terpilih menghadiri wisuda Universitas Gunung Rinjani (UGR) angkatan XXV tahun 2024, di Grand Legi Mataram, Sabtu (21/12).

Kehadiran Gubernur NTB terpilih Lalu Muhamad Iqbal dan Bupati Lombok Timur terpilih Haerul Warisin disambut Ketua Yayasan Universitas Gunung Rinjani, Dr. H. Moch. Ali bin Dachlan dan para undangan dengan antusias.

Iqbal yang datang sesaat setelah acara berlangsung  menyalami para undangan. Sedangkan Haerul Warisin datang berikutnya.

Iqbal tidak lama setelah datang kemudian didaulat untuk memberikan sambutan di hadapan ribuan undangan yang memadati gedung hingga areal di seputaran Hotel Grand Legi Mataram.

Hadir pada acara itu ulama. TGH Bagu, sesepuh NTB HL Azhar, mantan anggota DPR RI H. Mudahan Hazdi, dan warga masyarakat dari berbagai lapisan.

Dalam kesempatan itu Iqbal mengatakan bahwa tak ada lagi apa yang disebut kawan dan lawan usai kompetisi melainkan yang ada hanya masyarakat NTB.

LM Iqbal pada wisuda UGR.

170 Sarjana

Wakil Rektor I UGR, M. Saleh, melaporkan sarjana yang diwisuda sebanyak 170 orang, diantaranya terdiri dari sarjana Perikanan 12, Agro Bisnis 31, Fakultas Hukum 43, akuntansi 50, pendidikan akuntansi 12, bahasa Inggris 17, Teknik Sipil 5. Sedangkan IPK tertinggi atas nama Wahyuni 3,93 dari program studi agrobisnis.

Rektor UGR, Basri Mulyani, menyampaikan beberapa hal penting untuk kesuksesan wisudawan dalam mendapatkan pekerjaan maupun dalam mengembangkan karier.

Ia menyebut, Pertama, kemampuan berkomunikasi dengan berbagai kalangan melalui pergaulan yang positif karena akan dapat membuka beragam kesempatan dan peluang pekerjaan.

“Komunikasi juga sangat penting ketika Saudara telah bekerja karena Saudara akan bersama atau berdampingan dengan orang lain dalam berbagai latar belakang dan budaya yang berbeda. Saudara harus menjadi sosok yang dapat dipercaya serta solutif dan mampu bekerja sama dengan rekan kerja Saudara. Utamakan keberhasilan kelompok dibandingkan keberhasilan diri sendiri semata,” paparnya.

Kedua, adalah kesediaan untuk terus mengupdate ilmu pengetahuan dan ketrampilan khususnya yang berkaitan dengan jenis pekerjaan yang diinginkan. Senantiasa mengikuti perkembangan teknologi khususnya teknologi informasi seperti pemanfaatan aplikasi berbasis ARTIFICIAL INTELLIGENCE, presentasi dengan memakai teknologi audio visual, kecakapan dalam menggunakan media sosial, serta kemampuan berbahasa asing khususnya bahasa Inggris sudah merupakan kebutuhan pokok di era saat ini.

Ketiga, kata dia, karakter yang baik, sopan dan jujur serta ketangguhan/kegigihan dalam mencapai target yang dicanangkan. Tidak menyalahkan keadaan/lingkungan sekitar, bangkit jika mengalami kegagalan, serta terus bergerak ke depan adalah sebagian dari ciri-ciri karakter orang yang sukses.

Keempat adalah kedekatan dengan Sang Pencipta melalui ibadah-ibadah dan amalan terbaik secara istiqomah. Sebagai seorang hamba yang lemah, kata Basri, tiada daya dan kekuatan selain atas ijin dan kehendak dari Tuhan Ilahi Rabbi.

“Dan terakhir adalah restu dari keluarga khususnya dari orang tua yang selama ini telah membesarkan dan mendidik Saudara. Ridho Tuhan YME dimulai dari ridho orang tua, sehingga kepatuhan kepada orang tua adalah syarat mutlak bagi keberhasilan hidup Saudara,” katanya.

Sementara itu, Made Artha Negara mewakili Kepala Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VIII, dalam sambutannya mengatakan bahwa wisuda merupakan awal perjalanan panjang. Sarjana bukan simbol akademik tetapi untuk memberi kontribusi nyata.

Menurutnya, kompetisi di dunia kerja semakin ketat dan teknologi yang kian berkembang menuntut untuk beradaptasi sehingga perlu terus belajar sepanjang hayat baik secara akademik maupun non akademik.

Ia menilai pentingnya soft skill dalam dunia kerja. “Kebanggaan jadikan impian mencapai cita cita masa depan, ” katanya. “Jadilah agen perubahan yang membawa manfaat bagi bangsa dan negara,” tambahnya. Ian