Mataram, DS-Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB Dra. Nunung Triningsih, MM., mengatakan NTB merupakan daerah yang masih diliputi problem kekerasan terhadap anak. Kasus yang terjadi didominasi korban perempuan dengan jenis kekerasan seksual.
Memberikan sambutan pada Sidang Majelis Stakeholders VI LPA NTB Masa Bhakti 2020-2025 di Mataram, Kamis (27/8), Nunung mengemukakan kekerasan terhadap anak bisa terjadi di mana saja, bahkan di rumah dengan pelaku terbanyak orang terdekat.
Pada kegiatan yang dihadiri pengurus LPA NTB dan LPA kabupaten/kota se NTB dan mitra itu, ia menegaskan semua punya tanggung jawab besar agar anak mendapat perlindungan dan perawatan yang layak.
Menyikapi hal itu, kata Nunung, diperlukan ketua LPA NTB yang memiliki visi kuat dalam perlindungan terhadap anak. Hal ini, kata dia tidak bisa dikerjakan sendiri karena kasus yang masih banyak terjadi.
“Dan ini kami tak bisa kerja ssndiri. Saya kadang sampai mengelus dada, ” ujarnya.
Nunung mengumukakan perlindungan anak menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah, keluarga maupun anak itu sendiri. Selama ini pihaknya sudah bergandengan tangan melakukan edukasi dan pemahaman kepada OPD dan anak sebagai upaya perlindungan anak.
Dipaparkan, kekerasan anak di NTB mencapai 633 kasus tahun 2024. Namun, itu yang tercatat. Sedangkan perkawinan anak peringkat pertama meski turun di tahun 2024 menjadi 14,96 persen dari 17,32 tahun 2023.
“Komitmen sudah dilakukan tapi faktanya perkawinan anak masih tinggi, pun kekerasan termasuk bullying. Beberapa waktu lalu ada bullying sampai anak meninggal. Ini masih jadi PR bersama, ” papar Nunung.
Ia berharap ketua LPA yang baru dapat mendorong sinergi dan kolaborasi yang kuat mengatasi persoalan anak. Lembaga di luar LPA, kata dia, siap bersinegi dalam penanganan kekerasan terhadap anak.
“Salah satu program Pemprov yakni NTB Inklusif dengan amanah tidak ada yang tertinggal termasuk anak-anak, ” ujarnya. .
Ketua Panitia, Hj. Rita Siregar, melaporkan sidang majelis LPA merupakan forum tertinggi mengakhiri masa bhakti kepengurusan 2020-2025. Akan dilakukan penyempurnaan AD/ART dan menetapkan garis besar program 5 tahun ke depan sekaligus memilih kepengurusan LPA NTB 2025-2030.ian
