BKLU, DS-Kampanye “Akhiri Perkawinan Anak” tingkat Provinsi NTB di SMA Negeri 1 Tanjung, Rabu (26/2), berlangsung meriah. Ratusan anak dari forum anak antusias mengikuti kegiatan yang digelar LPA NTB bekerjasama dengan Pemkab KLU, LPA KLU, SMAN 1 Tanjung, Telkomsel Branch Mataram, dan Lakpesdam PW NU NTB.
Kegiatan yang dihadiri fasilitator forum anak NTB serta utusan forum anak KLU, Lombok Barat dan Kota Mataram, diwarnai dengan dialog dan pembagian hadiah dari Telkomsel kepada siswa yang berhasil menjawab pertanyaan yang dipaparkan terkait perkawinan anak. Masing-masing kelompok anak juga membawa spanduk pencegahan perkawinan anak.
Ketua LPA KLU, Bagiarti, dalam kesempatan tersebut memaparkan bahwa saat ini semua bergerak mencegah perkawinan anak.
Hal ini nampak dari fakta mulai terbukanya berbagai kasus nikah dini.

“Kalau sekarang (seakan) ada peningkatan, bukan sebagai peningkatan melainkan keberhasilan program yang ramai dilakukan termasuk oleh NGO, ” katanya.
Mantan anggota DPRD KLU itu menuturkan dahulu ketika tidak ada program perkawinan anak, nyaris tidak ada kasus yang mencuat.
“Setelah banyak pendampingan mulai ada kasus mencuat karena sudah mulai terlapor, ” lanjut Bagiarti seraya menambahkan pekawinan tidak berbahaya namun yang berbahaya ketika dilakukan oleh anak anak.
Kapolsek Tanjung, AKP Remanto, dalam kesempatan yang sama mengatakan anak yang memiliki pendidikan tinggi memiliki peluang yang lebih besar.
Ia mengungkapkan berbagai resiko perkawinan anak seperti kekerasan dalam rumah tangga, kemiskinan, pendidikan terbengkalai, dan resiko kesehatan.
Ditegaskan pula agar anak anak menerapkan disiplin untuk mencapai keberhasilan.
“Tiga tahun SMA jangan sampai digoreng dengan perkawinan anak, ” katanya
Dalam kegiatan itu berlangsung pula talkshow dengan narasumer LPA KLU, Kabid PP Dinsos dan urusan dari Dinas Kesehatan. Ian














