Kepala LLDIKTI VIII : Kebutuhan Dunia Kerja di Masa Depan Makin Kompleks

banner 120x600

MATARAM, DS-Kepala LLDIKTI Wilayah VIII, I Gst Lanang Bagus Eratodi, memaparkan kebutuhan dunia kerja di masa depan semakin dinamis dan kompleks.

Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memiliki pengetahuan akademis yang kuat tetapi juga kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan yang cepat dipicu oleh kemajuan teknologi dan tantangan global.

Memberikan sambutan pada Wisuda ke 26 STP Mataram, Selasa (25/11), Kepala. LLDIKTI dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan IB Gede Kawi Adnyana, mengemjkakan untuk menjawab tantangan ini pembelajaran perlu di desain agar lebih fleksibel, adaptif dan inovatif.

“Pembelajaran tidak lagi sebatas pada ruang kelas internasional tetapi harus melibatkan pengalaman langsung melalui proyek nyata kolaborasi lintas disiplin dan penguasaan teknologi, ” paparnya.

Menurutnya, pekerjaan besar bagi perguruan tinggi adalah memastikan bahwa talenta yang dihasilkan memiliki keterampilan yang relevan dan bermanfaat untuk pengembangan diri mereka sekaligus memberikan kontribusi yang signifikan bagi penyelesaian berbagai permasalahan sosial dan ekonomi nasional.

Dengan demikian, kata Eratodi, perguruan tinggi berperan penting dalam menciptakan masyarakat yang sejahtera, mandiri dan berdaya saing tinggi di era global.

Kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi, dunia industri dan pemerintah, menjadi kunci keberhasilan implementasi paradigma baru ini.

Perguruan tinggi diharapkan dapat menghadirkan pendidikan yang inovatif dan berdampak langsung pada pembangunan nasional.

Dalam kesempatan itu Eratodi memaparkan lima tantangan pendidikan tinggi diantaranya pekerjaan lulusan PT, efektivitas dan kualitas pemanfaatan dana penelitian yang belum berkualitas, tertutupnya hubungan dari kebutuhan masyarakat di mana kurikulum dan kualitas penelitian tidak selaras dengan kebutuhan dari komunitas lokal.

Selain itu, regulasi dan kebijakan yang berubah terlalu cepat mengakibatkan tidak tercapaian tujuan pendidikan tinggi.

“Semua bermuara pada perlunya kebijakan-kebijakan yang mendukung pembangunan nasional untuk memastikan bahwa perguruan tinggi mampu mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten tetapi juga berdampak positif pada masyarakat,” ujarnya. Ian