Klien Anak Bapas Mataram Bergembira Sambut Hari Anak Nasional

banner 120x600

Lombok Tengah, DS-Anak-anak yang berada dalam pembinaan LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak), bergembira ria di Hari Anak Nasional (HAN). Pada pembimbingan kepribadian klien anak Bapas Mataram, Kamis (25), mereka mendapat pencerahan dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB di LPKA Lombok Tengah

Hadir Kepala Bapas Kelas II Mataram Mochtaruddin, Kabid Pembinaan Bimbingan dan Teknologi Informasi Bapas Klas II Mataram Amam Saifulhaq, Ketua LPA NTB H. Sahan SH beserta tim.

Kepala Bapas Klas II Mataram, Mukhtaruddin SH.MH, dalam sambutannya mengatakan pembinaan bimbingan kepribadian itu merupakan rangkaian dari kegiatan Hari Anak Nasional.

“Tujuannya untuk meningkatkan kepedulian terhadap anak binaan sehingga mendapatkan motivasi dan penguatan, ” katanya seraya menambahkan bahwa anak anak adalah generasi penerus yang akan melanjutkan estafet masa depan bangsa.

Pembimbingan itu diharapkan memiliki efek bagi anak agar menjadi lebih baik.Mochtar pun berpesan kepada anak anak binaan agar menjadi generasi penerus yang super.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM NTB yang diwakili Kabid Pembinaan Bimbingan dan Teknologi Informasi Bapas Klas II Mataram, Amam Saifulhaq, mengemukakan selain kegiatan ini, pihaknya pun melakukan jambore dan kegiatan bersama Forum Anak Kabupaten Lombok Tengah.

“Harapan kelak menjadi anak yang bertanggung jawab menjalani kehidupan, ” ujar Plt Kepala LPKA Lombok Tengah ini. LPKA tersebut menampung 47 orang anak dari Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

Sementara itu, Ketua LPA NTB, H. Sahan SH, mengajak anak anak mulai membangun masa depan dengan mengikuti bimbingan yang diberikan. Berbagai bimbingan, kata dia, merupakan modal untuk menjadi lebih baik.

Sedangkan Divisi Advokasi LPA NTB, Hj. Rita, di hadapan anak anak tersebut mengemukakan bahwa apa yang dialami dalam pembimbingan mesti dinikmati sebagai gemblengan.

“Yang lalu biar berlalu sebagai gemblengan menjadi lebih baik, ” ujar Rita seraya menambabkan bahwa negara akan senantiasa melindungi anak.

Namun, kata dia, selain bimbingan, kekuatan dari diri sendiri juga harus ada berupa keinginan berubah menjadi lebih baik. Pola fikir menjadi lebih baik dengan merenungi diri dan mau mengubah diri. “Jangan ada kata putus asa, ” cetusnya.

Dalam kesempatan itu, anak anak binaan pun diberi hiburan oleh psikolog LPA NTB, Elen, dengan berbagai jenis permainan. Mereka selanjutnya mendapatkan bingkisan menarik. Ian