Selong, DS- Kepala Lapas Selong yang baru Sudirman punya gagasan mulia untuk para warga binaan yaitu program one day one juz. Program ini bertujuan untuk mencegah tindakan melawan hukum melalui pendekatan keagamaan.
Bukan saja me-lafazkan bacaan Alquran, melainkan bisa menghafalnya. Program One Day One Juz ini pernah diterapkan saat di Bima dan Ternate. Hasilnya, cukup memuaskan. Pendekatan agama ini dinilai berhasil dalam upaya mencegah tindakan melawan hukum yang serupa oleh warga binaan dikemudian hari.
Kalapas Klas IIB Selong Lombok Timur, Sudirman, menilai bahwa program One Day One Juz menjadi salah satu langkah persuasif kepada warga binaan. Namun bukan berarti mengesampingkan program lainnya yang lebih bermanfaat bagi mereka.
Pendekatan agama tambah Sudirman hanya menjadi bagian dari aktifitas keseharian untuk menjalani masa hukuman selama berada di Lapas.
“Setiap pagi kami sibukkan mereka dengan pendekatan agama. Diawali dengan beberapa warga binaan untuk membaca Al-Quran satu juz dan pada satu bulannya bisa khatam,” jelas Sudirman kepada wartawan.
Selain program itu, Lapas Selong juga berupaya untuk membangun UPT-UPT lainnya yang sesuai dengan bidang dan keahliannya.
Pelatihan dibidang ketrampilan perbengkelan, kerajinan tangan hingga pertanian. Apalagi dalam upaya menciptakan ketahanan pangan.
“Lapas akan bekerjasama dengan BLK, kursus ketrampilan baik manufaktur, pertanian dan sebagainya agar kelak warga binaan setelah warga binaan keluar dari Rutan ini bisa mandiri dan bisa bermanfaat bagi masyarakat lingkungan sekitar,” jelasnya.
Program ini tambah Sudirman telah diterapkan dan menjadi pengalaman dibeberapa rutan yang ditugasinya.
Untuk itu, program yang telah dijalankan oleh Kalapas Selong sebelumnya, Ahmad Sihabudin, akan diteruskan bahkan ditingkatkan dalam upaya menciptakan warga binaan menjadi lebih baik selepas keluar dari masa hukuman.
“Kami tidak bisa sendiri melaksanakan pembinaan terhadap warga binaan ini melainkan adanya kolaborasi dan dukungan dari semua pihak,”imbuhnya.li














