Bima, DS-Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB menggelar Pelatihan Literasi Digital dan Berpikir Kritis bagi 30 pemuda dari tiga desa. Desa itu masing-masing dari Desa Kananga, Desa Tumpu, dan Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 19–21 September 2025, dihadiri Sekretaris DP3AP2KB Kabupaten Bima, Ishaka Hasan, Manager Program STRIVE dari Nurani Perdamaian Indonesia, Ardiani Fitri dan Ketua LPA NTB, Sukran Hasan. Sedangkan fokus kegiatan pada penguatan kapasitas generasi muda dalam memahami isu perdamaian, toleransi, dan pencegahan kekerasan.
Sekretaris DP3AKB Kabupaten Bima, Ishaka Hasan, SH., dalam sambutannya, menegaskan pentingnya peran remaja untuk cerdas dan kritis dalam menyikapi isu-isu yang berkembang, baik di dunia nyata maupun di media sosial.
Remaja, kata dia, harus mampu menanggapi persoalan dengan bijak agar tidak terjebak pada tindakan yang mengarah pada konflik dan kekerasan.
Manager Program STRIVE dari Nurani Perdamaian Indonesia, Ardiani Fitri, mengatakan program digelar guna menguatkan agar remaja bisa berbaur bersama komunitas.
Pasalnya, Indonesia merupakan terbesar keempat pengguna sosial media namun cenderung sebagai konsumen pasif. Dalam kaitan ini, Fitri menekankan pentingnya sosial media digunakan dan dikelola secara lebih bijak.
Fitri mengharapkan pelatihan dapat menjadi bekal bagi anak muda Bima untuk menjadi pelopor pesan perdamaian, toleransi, dan cinta keberagaman.
“Kami ingin remaja bisa menyalurkan ide kritisnya melalui tulisan sederhana dan mengaktifkan media sosial mereka sebagai ruang kampanye damai,” katanya.
Ketua LPA NTB, Sukran Hasan, mengatakan kegiatan itu sebagai upaya belajar cara bijak menikmati medsos karena hampir setiap detik remaja bersamanya. Tidak dimungkiri warga kini tidak hanya diasuh keluarga, sekolah dan lingkungan sekitar, melainkan juga dunia digital.
“Yang tidak kritis semua medsos diterima mentah-mentah. Karena itu perlu belajar kritis terhadap informasi yang setiap hari diterima, ” ujarnya seraya berharap ke depan para remaja membuat komunitas yang kreatif sebagai pelopor dan pelapor.
Program STRIVE (Streathment Rehabilitation-Reintegration Program & Improve Social Cohesion Against Violent Extremism) sendiri merupakan inisiatif yang didanai oleh Global Community Engagement and Resilience Fund (GCERF).
Program ini dijalankan melalui konsorsium Nurani Perdamaian Indonesia (NP) bersama sejumlah mitra, termasuk LPA NTB, dengan wilayah kerja di Jakarta, Poso (Sulawesi Tengah), dan Kabupaten Bima (NTB).
Pelatihan ini turut dihadiri oleh perwakilan Densus 88, serta diharapkan menghasilkan remaja yang mampu berpikir kritis, menulis pesan-pesan damai, dan memanfaatkan media digital secara bijak untuk memperkuat kohesi sosial di Kabupaten Bima.
Pelatihan Berfikir Kritis dan Digital. literaai bagi Remaja dan Pemuda di Bima, Kamis (19/9). Hadir dari Adiani Fitri dari Nurani Perdamaian, Kepala. dinas DP3AP2KB, M. Thahir dari Densus 88 Bima. Ian














