Lombok Barat, DS-Pondoknya sesederhana itu. Tak terkesan mewah mengikuti gaya hidup atau tren terkini atau setidaknya bangunan standar ukuran homestay saat ini. Meski demikian yang membuat berkesan halamannya yang rindang tertata rapi plus kerimbunan pohon mengitari halaman yang tak seberapa luasnya. Letaknya di Gontoran Timur, Kecamatan Lingsar Lombok Barat, Henny Leonita Anhar, nama pekebunnya.
Henny sungguh piawai berkebun, karena hobinya sejak lama pada tanam-tanaman khususnya bunga ataupun tanaman berbuah. Tengoklah kalau ada waktu, berbagai jenis tanaman obat, hortikultura, tanaman buah, sayur-mayur apalagi ia tanam di lahannya seluas 5 are itu.
Jika berandai-andai atau mungkin mengimpikan rumah singgah yang nyaman, sejuk, terbebas polusi baik polusi hiruk pikuk keramaian kota ataupun polusi udara atau zat timbal adiktif beracun lainnya, maka hobi yang diterapkan ibu Henny yang juga seorang tenaga pendidik layak diapresiasi, bahkan layak bernilai plus.
Meski untuk ukuran mengembangkan tanaman sayur maupun buah tak cukup dengan lahan sempit seperti miliknya, Henny yang mengaku bermukim di Merdeka 7 Pagesangan Mataram ini merasakan puas hobi berkebunnya yang bisa tersalurkan.
Kepuasan itu sendiri datang ketika melihat tanaman sayur maupun buah-buahan yang ada di taman pondok yang ia sebut “Dagul Garden” ini tumbuh dengan subur, cepat berbunga lantas berbuah banyak dan mencengangkan.
Atas semua itu, bagi istri dari salah seorang pengacara di Mataram ini, kegembiraannya setelah cukup lama menerapkan alih teknologi pertanian menggunakan pupuk organik dari berbagai kotoran ternak milik warga setempat.
Tenaga pengajar yang ramah dan keibuan ini justru mengaku sangat puas atas hasil produktivitas tanaman yang semakin mencengankan utamanya dari sisi pertumbuhan dan pembuahan yang begitu cepat setelah aplikasi pupuk kompos produksi warga Gontoran.
Sejumlah tanaman buah misalnya tumbuh subur berjejer di pekarangannya seperti yang lagi trendi saat ini buah naga. Kecuali itu, di lahan ini juga ada tanaman jeruk, delima merah, jeruk limau, kemunting, matoa, jeruti, jambu air, joet hitam, joet putih, rosela, singkong Sumatera dan sejumlah tanaman sayur-mayur lainnya.
“Khusus tanaman buah naga sejak menggunakan pupuk kompos dalam satu buah naga berat bisa mencapai 1,3 Kg. Untuk satu pohon/satu tiang bisa menghasilkan 100 kg,” bunda Henny ungkapkan.
Aplikasi pupuk kandang bagi Bunda Henny telah menjadi jantung pergerakan dan pertumbuhan tanaman pertanian dan perkebunannya yang ia terapkan sejak tuju tahun lalu. Karena itu ia mengaku sulit menerapkan produk pupuk organic selain yang produksi peternak di Gontoran Timur.
Hal itu sudah terbukti secara terus-menerus bisa meningkatkan nilai produktivitas tanaman. Ia sendiri mengaku sudah terlanjur jatuh “Cinta” dengan pupuk kompos dari kotoran ternak.
“Bahkan banyak teman-teman lainnya yang bertanya-tanya terkait pupuk yang saya pakai. Di sekolahpun ia mengembangkan tanaman sayur dan tanaman toga lainnya dengan formulasi pemupukan menggunakan pupuk kandang,” tukasnya.
Cara bertanam alami yang diaplikasikan Bunda Henny dengan pola pemupukan dari kotoran ternak cukup praktis bisa dilakukan siapa saja. Artinya tidak terlampau rumit apalagi hendak membikin pupuk sendiri. Sebelum mulai menanam Bunda Henny menaburkan pupuk padat cair dari campuran tanah dan pupuk kandang yang sudah ditaburi pupuk kandang.
“Hasilnya luar biasa. Pertumbuhan tanaman menjadi lebih cepat, daunnya tumbuh berkembang menjadi lebih tebal dan besar. Bunga menjadi lebih cepat keluar dan menghasilkan buah lebih cepat, banyak dan bobotnya lebih banyak. Tentu yang menjadi supporting juga dengan mengaplikasikan EM4 yang tergantung dari kebutuhan. Namun jika pemupukan lebih banyak, tentu hasilnya juga sepadan,” ungkapnya.
Alih terapan system pemupukan organik dengan pupuk kandang tidak saja diberlakukannya di lahan hortikultura. Di lahan sawah untuk tanaman pangan ia juga menerapkan pupuk kandang. Meski tanaman padi hanya lima are luasnya, Bunda Henny sudah menikmati sendiri hasilnya. Produktivitas padinya meningkat drastis setelah menggunakan pupuk pupuk kandang ini.
“Pada tanaman bunga dan tanaman hias lainnya di pekarangan rumah pun saya dan keluarga menerapkan pemupukan organik. Tanaman tumbuh menjadi lebih segar, lebih hijau dan pembungaan juga semakin banyak. Anjuran saya gunakanlah pupuk organic seperti di Gontoran Timur dalam merawat tanaman,” saran Bunda Henny yang juga sering mengirim bibit naga ke Lombok Timur, Lombok Barat hingga ke Pulau Dewata-Bali. (Adi)














