MotoGP Mandalika,  Penjual Kaos dan  Kuliner Ketiban Cuan

banner 120x600

Lombok Tengah, DS – Balap motor dunia Grand Prix MotoGP Mandalika 2026 kembali digelar di arena Sirkuit Pertamina Mandalika diawali pada hari pertamanya, Jumat (9/10/2026).

Kehadiran MotoGP yang sudah memasuki tahun ke lima penyelenggaraannya sejak 2022 lalu, tentu saja membawa dampak yang cukup besar bagi para pelaku UMKM. Tidak saja pelaku UMKM domestik, namun juga berdatangan dari luar daerah seperti dari Semarang, Jogjakarta, Jember.

Para pelaku UMKM yang menjajakan dagangannya di luar area balap. Setiap tahun mereka membawa peluang  meningkatkan penjualan yang diperuntukkan bagi para pengunjung atau penonton balap motor.

Pantauan Duta Selaparang pada hari pertama penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026, aktivitas para pelaku UMKM seperti penjualan kaos bertuliskan MotoGP Mandalima 2026, bergambar pembalap Veda Ega Pratama dan Marc Marquez.

Demikian juga cindramata khas Lombok, NTB maupun pernak-pernik aksesoris lainnya sudah mulai memadati lapak-lapak  yang sudah disiapkan Pemda Lombok Tengah.

Penjualan berbagai jenis dan varian rasa kuliner tradisional khas Lombok juga turut meramaikan area sisi barat jalan masuk kawasan MotoGP.

“Penjualan dari sejak H-1 MotoGP sudah cukup ramai. Kaos bergambar Veda Ega Pratama dan Marc Marquez menjadi salah satu produk yang banyak diminati pembeli. Kaos yang dijual merupakan hasil produksi sendiri, dengan harga sekitar Rp150 ribu untuk ukuran dewasa dan Rp100 ribu untuk anak-anak,” demikian Heru salah seorang pedagang kaos dari Jember yang datang langsung ke Mandalika sejak 4 hari lalu.

Heru bersama rekan-rekan lainnya juga mengakui soal perizinan
tidak ditemukan kendala berarti.

“Perizinannya aman dan lancar, tidak ada kendala. Mudah-mudahan untuk hari kedua dan ketiga nanti semakin ramai, sehingga penjualan juga bisa lebih bagus,” tambahnya.

Pedagang lainnya  Jamaludin, asal Desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah juga mengaku gelar MotoGP selama ini telah berdampak pada peningkatan hasil penjualan berupa kaos Lombok yang dikolaborasikan dengan motif tenun khas Lombok yang dikenakan para pembalap kenamaan dunia.

“Kehadiran penonton dan penggemar balap motor menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualan selama ajang internasional tersebut berlangsung. Harapan kami antusiasme masyarakat terus meningkat hingga akhir penyelenggaraan,” tukasnya.

Mardiana, salah seorang pengemar MotoGP asal Jogyakarta kepada Duta Selaparang mengaku bersama rombongan datang ke Lombok dengan menggunakan 10 bus travel. Ia sangat antusias mengikuti gelaran MotoGP di Mandalika.

“Lombok alamnya memang indah, masyarakatnya ramah-ramah. Budayanya juga cukup banyak. dan kuliner khas ya berupa ayam taliwang dan pelecing, beberoknya nyaris tak pernah terlupakan bila ke Lombok seperti di even MotoGP ini,” ujarnya. (adi)