Tim Evaluasi Sayembara Tekankan Hasil riset & Inovasi yang Siap Hilirisasi

banner 120x600

Lombok Barat, DS- Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Rapat Tindak Lanjut Penjelasan Teknis Pemenang Sayembara Riset dan Inovasi Daerah Provinsi NTB Tahun 2026 di Ruang Rapat BRIDA NTB, Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini membahas mekanisme pelaksanaan riset, pencairan anggaran, pelaporan, serta pengembangan hasil penelitian agar dapat diterapkan untuk mendukung pembangunan daerah.

Dalam rapat tersebut, BRIDA NTB menjelaskan bahwa setiap tim pemenang memperoleh anggaran sebesar Rp30 juta, Para peneliti juga diminta melengkapi dokumen administrasi, melaksanakan penelitian sesuai proposal, serta menyampaikan laporan kemajuan dan laporan akhir sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Kepala BRIDA Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, menegaskan bahwa sayembara ini menjadi ruang bagi peneliti, khususnya generasi muda, untuk menghasilkan inovasi yang menjawab persoalan nyata masyarakat. Menurutnya, penelitian tidak cukup berhenti pada kajian akademis, tetapi perlu dikembangkan menjadi produk, teknologi, atau rekomendasi kebijakan yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah dan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa hasil riset diharapkan berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan, pengembangan pariwisata, dan penanganan kemiskinan. Hasil inovasi juga direncanakan menjadi bagian dari pengembangan Rumah Inovasi Daerah serta dipersiapkan untuk diperkenalkan pada rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun NTB pada Desember 2026.

Ketua Tim Juri Sayembara Riset , Prof. Dr. Khairul Hamim, turut menyampaikan apresiasi kepada 15 tim terpilih setelah melalui proses seleksi administrasi dan substansi dari ratusan proposal yang masuk. Ia berharap para pemenang mampu membuktikan kualitas penelitian melalui hasil yang terukur, produktif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Pengerakse Agung Majelis Adat Sasak yang juga sebagai anggota Tim Evaluasi Riset dan Inovasi Daerah, Lalu Sajim Sastrawan, menekankan pentingnya pemanfaatan hasil penelitian sebagai bahan penyusunan kebijakan dan program kerja perangkat daerah. Ia juga menyampaikan bahwa kajian riset perlu mencakup urusan pilihan, seperti pariwisata, serta urusan wajib pemerintahan, termasuk pendidikan, kesehatan, dan lingkungan hidup.

Untuk memastikan pelaksanaan penelitian berjalan sesuai rencana, BRIDA NTB akan melaksanakan monitoring dan evaluasi melalui kunjungan lapangan. Evaluasi mencakup kesesuaian metodologi, perkembangan luaran inovasi, serta penggunaan anggaran berdasarkan rencana yang telah disetujui. Para peneliti juga dapat berkoordinasi dengan tim evaluasi terkait kendala teknis dan persyaratan penelitian di lapangan.

Melalui kegiatan ini, BRIDA NTB berharap hasil sayembara dapat berkembang menjadi inovasi terapan dan rekomendasi kebijakan yang mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan. Keberhasilan program tidak hanya diukur dari selesainya penelitian, tetapi juga dari manfaat dan penerapan hasilnya bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat. (adi)