Selong, DS- Pemkab Lombok Timur (Lotim) menargetkan capaian pendapatan asli daerah (PAD) sampai dengan akhir triwulan kedua 2024 sebesar Rp 220 miliar atau sekitar 40 persen dari target tahun ini sebesar Rp 550 miliar lebih.
Hal tersebut disampaikan Pj Sekda Lotim H. Hasni usai menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah pimpinan OPD dengan agenda evaluasi capaian PAD bertempat di Rupatama 1 Kantor Bupati Lotim, Selasa (11/6).
Rapat evaluasi itu juga dihadiri oleh Kepala Badan Pendapatan (Bapenda) Muksin. Dalam rapat tersebut dibahas sejumlah hal terutama berkaitan dengan progres realisasi PAD di setiap OPD. Baik itu realiasi PAD dari sektor kesehatan, pajak, dan banyak lainnya.
” Rapat evaluasi kita ini adalah berkaitan dengan capaian PAD kita sampai Bulan Mei. Dari laporan yang telah masuk melalui sistem memang ada beberapa OPD yang masih sedang mengkalim dan belum menginput capaian PAD, ” kata Pj Sekda Lotim H. Hasni.
OPD yang dimaksud adalah Dinas Kesehatan dan rumah sakit. Dua OPD ini, terang dia, target dan realiasi capaian PAD nya paling besar dibanding kan dengan OPD yang lain
“Kalau melihat PAD di Dinas Kesehatan dan rumah sakit kemungkinan realiasi PAD kita sampai Mei sekitar 35 persen,” imbuh dia.
Jika melihat progres tersebut, lanjut Hasni, realiasi PAD Lotim diperkirakan bisa mencapai angka 40 persen atau sekitar Rp. 220 miliar sampai akhir Bulan Juni atau triwulan kedua.
” Yang jelas realisasi PAD kita di triwulan kedua tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tahun dalam kurun waktu yang sama realiasi PAD kita triwulan ke dua hanya Rp . 150 miliar, sedangkan data sementara sudah mencapai Rp. 160 miliar itu belum masuk dari Dinas Kesehatan dan rumah sakit. ” tandasnya.
Hal sama juga disampaikan Kepala Bapenda Lotim, Muksin. Dia memaparkan pihaknya terus berupaya untuk memenuhi target PAD yang telah ditetapkan.
Sampai dengan triwulan kedua, realiasi PAD terbilang sudah cukup tinggi. Namun di sisi lain Muskin tak menampik masih ada beberapa OPD yang realisasi PAD sampai triwulan kedua ini masih dibawah target.
“Makaknya melalui evaluasi ini kita berharap apapun permasalan terkait PAD ini nanti akan kita evaluasi bersama,” imbuhnya. Li














