Mataram, DS-Setiap destinasi wisata memiliki peluang toxic karena wisatawan datang dari wilayahnya. Ketika seseorang menjadi turis kecerdasan dan ketertiban menurun.
Hal itu dikemukakan Guru Besar Universitas Udayana, Prof. Dr. Dharma Putra, pada kuliah umum bertema “Toxic Tourism and Detox Destination” di hadapan mahasiswa dan dosen di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram, belum lama ini.
Pakar pariwisata ini menyontohkan turis dari negara maju bahkan bisa seenaknya kecing di balik bus. Ketika diberi tahu dia marah.
“Prilaku negatif bisa terjadi di mana mana. Namun yang baik ada inisiatif melakukan detox. Apakah destinasi akan keracunan tergantung dari lingkungan dan stakeholder yang lain,” paparnya.
Dalam pertemuan itu mengemuka tanya jawab terkait toxic yang dicontohkan dalam pembangunan mall yang diiringi dengan kematian mall lain.
Menurut Dharma, setiap entitas dituntut melakukan peremajaan. Jika hendak melihat hotel tetap bagua harus ada reinvestasi untuk peremajaan karena ada siklus hidup yang terus berjalan.
Mantan wartawan ini mengatakan sumberdaya perlu siaga karena sumberdaya inilah yang bisa mengangkat perekonomian.
Banyak wisatawan yang sewenang wenang di negara kita, kata dia, tidak lepas dari kesiapan sumberdaya.
“Apakah lantas menyalahkan turis? Turis demikian karena melihat kita. Ini sudah menjadi pelajaran. Namun persoalannya tidak berkurang. Jadi sediakan fasilitas, ” ujarnya.
Sementara ini solusi yang riil belum ada. Memberi contoh di Bali, jumlah kendaraan yang ada jauh melebihi fasilitas yang tersedia. Ian
