Mataram, DS-Perguruan tinggi di NTB yang berada di bawah naungan LLDIKTI Wilayah VIII dinilai luar biasa dalam indikator kerjasama baik di dalam maupun luar negeri.
“Karena luar biasa sekian kali kegiatan di sini. Wamen ke sini karena perguruan tinggi memberikan kontribusi yang kuat,” kata Kepala Koordinator LLDIKTI Wilayah VIII, Gusti Lanang Bagus Eratodi, kepada media ini pada “Diseminasi Penguatan Kerja Sama Perguruan Tinggi bagi PTS di lingkungan LLDIKTI Wilayah VIII”.
Kegiatan yang bertujuan untuk menyosialisasikan pentingnya kerja sama pada perguruan tinggi, memberikan pelatihan mengenai pelaporan kerja sama, serta meningkatkan peran perguruan tinggi dalam pencapaian Sustainable Development Goals berlangsung di STP Mataram , Jumat (15/8).
Menurut Eratodi, Indikator kerja sama perguruan tinggi di LLDIKTI Wilayah VIII, seperti perguruan tinggi pada umumnya, berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan relevansi perguruan tinggi dengan dunia luar. Beberapa indikator utama meliputi: lulusan mendapatkan pekerjaan yang layak sesuai bidangnya, mahasiswa mendapatkan pengalaman di luar kampus.
Eratodi menilai capaian indikator tersebut menunjukkan perguruan tinggi di NTB disebut luar biasa. Disebutkan, banyak kegiatan yang benar-benar dilaksanakan alias tidak hanya sekadar dokumen kerjasama saja.

“Kalau kampus kerjasama, mahasiswa melakukan perkuliahan sudah ada masukan memudahkan mereka bekerja,” cetusnya seraya menyebut IKU (Indikator Kinerja Utama) adalah tolak ukur yang digunakan untuk menilai kinerja perguruan tinggi dalam berbagai aspek, seperti kualitas lulusan, pengalaman mahasiswa, kegiatan dosen, dan kerjasama dengan pihak eksternal.
IKU 6 LLDikti Wilayah VIII yang mengacu pada “Program Studi Bekerjasama dengan Mitra Kelas Dunia” adalah salah satu dari delapan Indikator Kinerja Utama (IKU) yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk Perguruan Tinggi dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti).
“Dengan memenuhi IKU 6, perguruan tinggi di bawah LLDIKTI Wilayah VIII diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan relevansinya dengan kebutuhan dunia kerja,” kata Eratodi.
Biro Perencanaan dan Kerja Sama Kemendiktisaintek, Firman Hidayat, memaparkan banyak lulusan perguruan tinggi yang jadi penganggguran terbuka dan tertutup. Melalui kolaborasi itu, kata dia, aksesibiitas bisa tercapai.
“Ada perguruan tinggi yang bekerjasama dengan luar negeri. Kemitraan akan membangun trust yang bisa mencetak SDM unggul,” katanya seraya menambahkan perguruan tinggi memiliki kompetisi dan siap dimanfaatkan dunia industri.
Menurutnya, tren kerjasama kerjasama perguruan tiinggi mengalami pertumbuhan yang sangat bagus dari 2020 hingga 2024 sangat bagus baik secara kualitas maupun kuantitas. Terkait kerjasama perguruan tinggi di NTB, ia menilai memiliki kepatuhan kerjasama sangat tinggi. Sementara ini IKU 6 LLDIKTI VIII Tahun 2024 tertinggi diantaranya STMIK Lombok, STP Mataram, Unizar, UTS, dan Hamzanwadi.
Dalam kesempatan itu, Utami Dewi Nastiti memapaparkan pula Anugerah Kerja Sama Diktiristek (AKD) 2025. Momen ini merupakan ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh Kemendiktisaintek untuk perguruan tinggi yang berprestasi dalam menjalin kerjasama dan kolaborasi di bidang pendidikan tinggi.
Tahun 2025, AKD mengangkat tema “Diktiristek Berdampak” yang mengacu pada Asta Cita Presiden nomor 2, 4, dan 5, yaitu terkait pemantapan sistem pertahanan keamanan, penguatan SDM, sains, teknologi, dan pendidikan, serta hilirisasi dan industrialisasi. ian














