Petani Tirtanadi Rugi Akibat Harga Tomat Anjlok

banner 120x600

Selong, DS- Petani di Desa Tirtanadi Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, harus menanggung kerugian akibat harga tomat anjlok. Tomat petani hanya dihargai 160 rupiah per kilogram.

Para petani terpaksa merusak tanaman tomatnya ketimbang panen karena akan menambah jumlah kerugian yang dialami. Petani lainnya, membiarkan tomatnya membusuk di sawah.

Tomat para petani saat ini hanya dihargai 160 rupiah per kilogram. Padahal sebulan sebelumnya, harganya Rp 7 ribu sampai Rp 8 ribu per kilogram.

Harga tersebut jauh dari biaya produksi yang dikeluarkan sekitar Rp 50 juta per hektar. Para petani mengakui, anjloknya harga tomat karena produksi yang melimpah.

Salah seorang petani asal Desa Tirtanadi, Usman mengaku sengaja tidak panen dan membiarkan tomatnya membusuk di sawah. Karena jika panen akan semakin memperparah kerugian yang dialami.

“Karena kalau panen kan, kita keluarkan lagi ongkos petik. Dan hasil panen pasti tidak mencukupi, kita semakin rugi, ” ucapnya.

Ia mengaku selama ini tidak pernah panen. Padahal panen bisa dilakukan sampai 10 kali. Tapi karena harganya anjlok, tomatnya dibiarkan saja di sawah sampai membusuk.

Dengan kondisi ini, Usman hanya bisa pasrah dan menganggapnya sebagai resiko yang harus diterima, meski merugi.

Namun demikian, dia berharap harga bisa terkendali sehingga tomatnya bisa dipasarkan dengan harga layak dan petani tidak terlalu merugi.li