Petugas Kerahkan Helikopter Evakuasi Warga Brasil yang Jatuh di Rinjani

banner 120x600

Selong, DS- Hari keempat proses pencarian dan evakuasi, Tim SAR gabungan mengerahkan helikopter untuk membantu melakukan evakuasi korban WNA Brasil yang jatung di jurang Puncak Rinjani. Korban JDSP (27) jatuh dengan kedalaman 500 meter di puncak Rinjani.

Proses evakuasi masih terus dilakukan oleh Tim SAR dibantu dari Personel TNI Polri dan Relawan dengan mengurusi medan ekstrim dan berkabut.

Pukul 12.12 Wita, perwakilan kedutaan Brasil, Helena Masote, tiba di pos SAR Resort TNGR Sembalun untuk memperoleh penjelasan langsung dari tim evakuasi gabungan mengenai progres dan kendala operasional yang dihadapi. Penjelasan tersebut diterima dengan pemahaman penuh atas kondisi kompleks di lapangan dan kesulitan cuaca serta medan curam.

Tak lama setelah itu, pukul 12.56 Wita, Direktur Operasi Basarnas, Brigjen TNI Edy Prakoso hadir di lokasi untuk memantau dan memberi arahan secara langsung guna mempercepat dan menyempurnakan tahapan evakuasi.

Kemudian, helikopter Basarnas Amman lepas landas dengan tiga kru, dipimpin Hudi Purnomo bersama Siswanto dan Alfaozan, dengan target titik jatuhnya korban, namun cuaca buruk memaksa mereka kembali.

Karena keterbatasan helikopter, tim SAR gabungan meliputi unsur TNGR, Basarnas, TNI/Polri, EMHC, dan relawan terus menyiapkan evakuasi manual ke lokasi korban yang kini berada sekitar 950 meter dari titik jatuh awal. Medan terjal dan kondisi korban yang terus berpindah menambah kompleks permasalahan namun semangat tim tidak surut dalam menyusun strategi terbaik untuk mencapai JDSP.

Cuaca yang tak menentu dan medan bebatuan terjal terus menjadi kendala utama. Meskipun demikian, tim SAR telah berhasil mengirimkan bantuan logistik berupa makanan dan air melalui drone, serta membuka jalur vertical rescue mendekati korban sejauh beberapa ratus meter pada hari-hari sebelumnya. Meski demikian, posisi korban yang terus bergeser membuat akses fisik langsung masih tertunda.

Saat ini tim SAR masih terus berusaha menembus medan ekstrem melalui jalur manual sambil menunggu perubahan cuaca dan dukungan alat vertical rescue lebih lanjut. Baik pihak Basarnas, Kedutaan Brasil, dan warga global menaruh harapan besar agar evakuasi terhadap JDSP dapat segera terlaksana dengan aman.

Situasi ini menjadi pengingat keras tentang risiko mendalam explorasi pegunungan aktif seperti Rinjani dan pentingnya kesiapan penuh saat mendakinya.

Kapolres Lombok Timur, AKBP I Komang Sarjana, melalui Kasi Humas AKP Nikolas Osman menerangkan bahwa sejak hari pertama terjadinya Insiden terjatuhnya warga Brasil di Gunung Rinjani. Petugas tetap melakukan pencarian hingga memasuki hari ke 4.

“Personel kami siap melakukan Evakuasi dan sampai saat ini masih berupaya untuk melakukan pencarian, Koordinasi bersama dengan Instansi terkait juga tetap dilakukan, Semoga saja Korban dapat segera terselamatkan, ” terang Nikolas.li