Polisi Hadir Sebelum Kejahatan Terjadi, Ini Penjelasan Kasi Humas Polres Lombok Utara

banner 120x600

Lombok Utara, DS— Kepolisian Resor Lombok Utara, Polda Nusa Tenggara Barat, menjelaskan bahwa kegiatan patroli yang dilakukan personel kepolisian di tengah masyarakat tidak semata-mata untuk mengawasi atau mencari pelanggaran, tetapi merupakan langkah preventif untuk mencegah gangguan keamanan sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat.

Kasi Humas Polres Lombok Utara IPTU Zainuddin mengatakan patroli merupakan bagian penting dari upaya kepolisian menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.

“Patroli bukan sekadar kegiatan berkeliling, tetapi bagian dari upaya kepolisian untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan, mendeteksi potensi kerawanan sejak dini, sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat,” katanya, Pada Senin ( 7/9/2026 ).

Menurut dia, kehadiran polisi di tengah masyarakat memiliki fungsi strategis karena dapat memberikan efek pencegahan terhadap potensi tindak kriminal sekaligus membuka ruang komunikasi antara masyarakat dan kepolisian.

Melalui patroli dialogis, kata Zainuddin, personel tidak hanya memantau situasi, tetapi juga menyempatkan diri berdialog dengan warga, termasuk pemuda dan remaja yang sedang beraktivitas atau berkumpul pada malam hari.

“Ketika anggota turun dan berkomunikasi langsung dengan masyarakat, polisi dapat mengetahui kondisi lingkungan secara lebih nyata. Sebaliknya, masyarakat juga dapat menyampaikan informasi maupun persoalan keamanan yang mereka hadapi,” ujarnya.

Penjelasan tersebut disampaikan menyusul kegiatan patroli Presisi yang dilaksanakan Polres Lombok Utara dan Polsek jajaran pada Minggu malam (6/9/2026) di wilayah hukum Polres Lombok Utara.

Dalam kegiatan tersebut, personel menyambangi sejumlah lokasi di wilayah hukum Polres Lombik utara mulai dari Kecamatan Pemenang hingga kecamatan Bayan. Polisi berdialog dengan pemuda dan remaja yang ditemui di sejumlah lokasi dan menyampaikan imbauan agar mereka bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan, serta memperhatikan situasi di sekitar.

Personel juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi tindak pidana 3C, yakni pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor.

Zainuddin menegaskan bahwa imbauan tersebut bukan dimaksudkan untuk menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, melainkan sebagai upaya membangun kesadaran dan kewaspadaan agar warga dapat mengambil langkah pencegahan.

“Masyarakat tidak perlu takut, tetapi harus tetap waspada. Keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Polisi hadir untuk memberikan perlindungan, sedangkan masyarakat juga memiliki peran penting dengan menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan,” katanya.

Ia menambahkan, pendekatan dialogis kepada pemuda dan masyarakat merupakan bagian dari upaya kepolisian membangun hubungan yang lebih dekat dengan warga.

Menurutnya, pemuda tidak semestinya selalu dipandang sebagai kelompok yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan. Dengan pendekatan yang tepat, pemuda justru dapat menjadi mitra kepolisian dalam menjaga kamtibmas.

“Pemuda adalah bagian penting dari masyarakat. Karena itu, kami mengedepankan komunikasi dan pendekatan humanis. Kami mengajak mereka bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Lebih jauh, Zainuddin mengatakan keberhasilan patroli tidak selalu terlihat dalam bentuk penindakan atau pengungkapan kasus. Patroli juga dinilai berhasil ketika potensi gangguan keamanan dapat dicegah sebelum berkembang menjadi persoalan.

“Kalau setelah polisi berpatroli kemudian tidak terjadi gangguan keamanan, itu juga merupakan bagian dari keberhasilan pencegahan. Jadi, jangan melihat patroli hanya dari berapa banyak pelaku yang ditangkap,” katanya.

Ia menegaskan Polres Lombok Utara akan terus meningkatkan kegiatan patroli, khususnya pada waktu dan lokasi yang dinilai memiliki potensi kerawanan, dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis dan komunikasi dengan masyarakat.

“Yang ingin kami bangun adalah rasa aman. Polisi harus hadir sebelum masalah terjadi, bukan hanya datang setelah ada kejadian,” kata Zainuddin.

Ia mengajak seluruh masyarakat Lombok Utara untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan tidak ragu berkomunikasi dengan kepolisian apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas.

“Polisi hadir untuk melindungi dan melayani masyarakat. Tetapi keamanan akan jauh lebih kuat apabila polisi dan masyarakat berjalan bersama,” pungkaanya. Hm