Mataram-Banyak cara dilakukan ummat Islam mengisi bulan Ramadhan yang penuh barokah ini. Berbagai kegiatan positif bernilai ibadah dan gerakan amaliah dilakukan dengan tujuan memperkuat keimanan dan ketaqwaan.
Salah satu yang dilakukan oleh Pondok Qurani Jalan Cahaya yang beralamat di Jalan Raya Mapak Kuranji, kota Mataram. Selama sebulan lamanya Pondok ini diisi dengan acara buka puasa bersama baik oleh jajaran pengurus maupun oleh masyarakat setempat yang tinggal tidak jauh dari Pondok.
Berikutnya dilakukan sholat maghrib berjamaah. Setelah Sholat Magrib memasuki waktu Isha diisi dengan sholat Isha dan tarawih berjamaah dan tadarus. Para jamaah disuguhi makanan ringan dilengkapi minuman hangat jeruk berkhasiat.
Pengurus Pondok Qurani Jalan Cahaya dalam tausyiahnya mengakui bahwa di hari pertama Ramadhan banyak para jamaah yang mengikuti berbagai kegiatan spritual bahkan sampai penuh membludak hingga luar masjid. Namun seiring dengan semakin bertambahnya hari puasa, jamaah makin berkurang.
Baginya hal ini merupakan ujian tidak ringan bagi kaum muslimin. Dimana seharusnya semakin pertengahan waktu pelaksanaannya juga harus semakin memperkuat dan memperbanyak ibadah.
Sebagaimana disabdakan Nabi Besar Muhmad SAW bahwa hal ini merupakan ujian bagi orang beriman. Padahal Allah SWT dalam Alquran disebutkan bagi siapa yang bersungguh-sungguh dalam menjalankan kebaikan dan amal jariah, maka Allah akan membukakan jalan terbaik pada pelaksanaan puasa maupun pasca puasa nanti.
Alloh SWT menyebut barang siapa yang bersungguh-sungguh maka Allah akan memberikan keuntungan dari arah yang tak disangka-sangka.
Sebagaimana diketahui “Jalan cahaya” umumnya merujuk pada
konsep spiritual tentang menjalani hidup dengan panduan iman dan ilmu yang terpadu, sering kali dimaknai sebagai jalan pencerahan, ketulusan hati, dan kasih sayang (hablun min-Allah, min-annas, min-alam) dan program pembinaan masyarakat.
“Jalan Cahaya” merupakan konsep spiritual: Iman diibaratkan sebagai cahaya penuntun, sementara ilmu adalah penguatnya. Jalan cahaya adalah perpaduan keduanya untuk mencapai kemuliaan manusia.
Cahaya dalam Keterpurukan: dalam pandangan sufistik”jalan cahaya” juga dimaknai sebagai celah yang masuk ke dalam hati justru saat hati sedang terluka, patah, atau menderita, yang mendekatkan diri pada Tuhan.
Dan untuk diketahui juga BAZNAS memiliki program “Pesantren Jalan Cahaya” yang bertujuan memberdayakan kelompok masyarakat rentan dan anak jalanan selama Ramadan.
“Jalan Cahaya” sering berkisah tentang pencarian jati diri, spiritualitas, dan kebijaksanaan, seperti kisah perjuangan seorang tokoh dalam menemukan cahaya hidup.
Secara ringkas, jalan cahaya adalah metafora untuk menempuh hidup yang penuh pencerahan, ilmu, kasih sayang, dan kedekatan dengan Tuhan.
Aktivitas Amaliah lainnya yang dilakukan Pondok Qur’ani Jalan Cahaya Mataram yakni menggelar patungan sedeqah amal untuk pembangunan masjid dan perluasan lagan masji dengan mengajak para jamaah utuk berdonasi beramal shaleh dalam menyeru kepada kebaikan.
Selain itu pada Minggu 1 Maret 2026 ini juga akan dilakukan pengajian umum dan buka puasa bersama abak yatom dan masyarakat serta pembagian sembako yang dipimpin Ustaz Muzamim Haflah. (adi).
