Sahabat Literasi Gelar Program “Menyapa Desa”, Ajak Masyarakat Bangun Budaya Membaca di Pringgasela Timur

Lombok Timur – Komunitas Sahabat Literasi menggelar program “Sahabat Literasi Menyapa Desa”, Sabtu (4/7).  Kegiatan yang merupakan komitmen memperluas gerakan mencintai buku hingga ke desa itu berlangsung di Dusun Tibusala, Desa Pringgasela Timur,  melibatkan anak-anak, pemuda dan warga setempat.

Di bawah rindangnya pohon besar di halaman balai dusun, kegiatan dimulai dengan suasana yang masih tenang. Awalnya belum ada banyak tanggapan, dan hanya sedikit warga yang terlihat hadir. Namun seiring berjalannya waktu, kabar mengenai acara ini menyebar dari mulut ke mulut. Perlahan namun pasti, warga mulai berdatangan, bahkan banyak yang membawa anak-anak mereka untuk ikut serta.

Kegiatan dibuka dengan sesi perkenalan dan berbagi cerita, dilanjutkan dengan membaca bersama yang dikemas dengan cara santai dan menyenangkan. Setelah itu, anak-anak diajak bermain dalam permainan literasi yang mendidik dan melatih imajinasi mereka. Di penghujung acara, diberikan pula hadiah sebagai bentuk apresiasi atas semangat keikutsertaan mereka.

Ketua Sahabat Literasi (Rendi Andrian), menyampaikan bahwa pendekatan santai ini dipilih agar anak-anak merasa nyaman.
“Kami ingin membuktikan bahwa membaca itu menyenangkan, bukan beban. Kami dampingi pelan-pelan, tanpa membeda-bedakan siapa pun. Tujuannya agar kebiasaan baik ini bisa tumbuh di tengah masyarakat desa,” katanya.

Tanggapan warga pun berubah sangat positif sepanjang acara berlangsung. Bahkan orang tua dan warga dewasa ikut duduk bersama dan membaca. Salah satu warga menyampaikan pendapatnya dengan antusias:

“Kegiatan ini sangat bagus sekali. Daripada anak-anak hanya diam di rumah terus memegang HP, lebih baik mereka berkumpul di sini, membaca dan bermain sambil belajar. Kalau bisa, kegiatan seperti ini dilakukan setiap hari saja. Kami semua senang, dan semoga Sahabat Literasi mau datang lagi ke sini,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Sahabat Literasi berharap benih kecintaan membaca terus tumbuh, hingga akhirnya menjadi budaya yang melekat di keluarga dan masyarakat. Dengan semangat “Satu Buku, Satu Senyum, Satu Langkah Menuju Desa yang Gemar Membaca”, komunitas ini mengajak semua pihak untuk terus mendukung gerakan literasi hingga ke pelosok desa.*

Exit mobile version