Sapi Banmaspres Ireng Gagah Manis dari Lombok Barat Berbobot 1,01 Ton

Rengganis (Ireng Gagah Manis). sapi bantuan presiden
banner 120x600

Lombok Barat, DS–Ada 4 ekor sapi kurban diusulkan untuk mendapatkan Bantuan Kemasyarakatan Presiden (Banmaspres) Prabowo Subianto di Kabupaten Lombok Barat (Lobar). Dari empat sapi yang diusulkan tersebut, hanya satu yang lolos verifikasi dengan berat 1,01 ton atau 1001 Kg yang diberi nama Rengganis (Ireng Gagah Manis).

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Lombok Barat, Hirwanto mengungkapkan, berat sapi kurban pesanan Presiden Prabowo tahun ini lebih rendah dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 1,26 ton.

“Untuk sapi Banmaspres 2026 untuk Lobar kita usulkan 4 ekor, tapi yang memenuhi kriteteria terutama dari berat badan hanya 1 ekor yg lulus berdasarkan hasil seleksi dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov NTB dan Bagian Setpres dengan bobot 1001 kg dengan jenis sapi simental cross,” kata Hirwanto Minggu (17/5/2026).

Adapun peternak sapi dimaksud atas nama Atang Setyanoro dari Dusun Menang Timur, Dasan Gres Kecamatan Gerung dengan perkiraan harga Rp 139 juta. Selain itu, pihaknya juga belum mengetahui pasti jadwal distribusi (dropping) sapi kurban tersebut. Yang jelas penentuan lokasi penyaluran daging kurban sepenuhnya menjadi kewenangan Sekretariat Presiden (Setpres).

Ia juga menyebutkan, jumlah hewan kurban yang dipotong di Lombok Barat selalu mengalami peningkatan sejak tahun 2024. 2026 dipastikan ketersediaan hewan kurban dalam kondisi surplus bahkan sebagian dikirim ke luar daerah. Lombok Barat surplus hewan kurban, bahkan bisa terkirim ke luar daerah.

Pemilik kandang ternak yang memelihara sapi pesanan Presiden, Atang Setyanoro, mengaku bersyukur karena sudah ketiga kalinya ternak peliharaannya terpilih kembali untuk dibeli Presiden Prabowo Subianto sebagai hewan kurban Hari Raya Idul Adha 1447 H ini.

Atang mengaku, sapinya lolos sleksi dari Tim Pusat dengan berat sapi berada di urutan ketiga se NTB. Namun rupanya pusat menjatuhkan pilihannya kepada sapi dimaksud.

“Kalau beratnya pada penimbangan puasa lalu mencapai 1,01 ton, tetapi sedikit mengalami penurunan. Namun secara perlahan sudah mulai normal,” ujarnya Minggu.

Ia juga menyatakan, sapi Banpres jenis simmental cross warna hitam ini merupakan sapi hasil penyimpangan simmental dan berangus. Sapi ini dipersiapkan dari awal untuk mengikuti sleksi Banpres. (adi)