Mataram, DS-Annual Internasional Seminar on “Sustainable Tourism” Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram berlangsung di kampus setempat, Kamis (23/4). Kegiatan ini mengupas sektor pariwisata dari berbagai sisi dinamika global yang memerlukan strategi berkelanjutan dan tangguh.
Penyelenggara kegiatan ini adalah lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) berkolaborasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
Seminar yang bertema “Building Sustainable and Resilient Tourism Destination” itu menghadirkan narasumber masing-masing keynote speaker : Gubernur yang diwakili Kadis Pariwisata NTB, Invited Speakers : Prof. Ma Bin Guru Besar di Shangrao Normal University, China, Jeannette Biesbroeck Belanda, Dr. Mohd. Dasuqkhi Sirajuddin Malaysia, Dr. Ir. Eni Sumiarsih, M.Sc. STP Riau
Sedangkan internal Speakers :Dr. I Wayan Suteja, M.Par, Dr. Mawar Juwita, M.Pd., Danu Satria Prayuda, M.Par, dan I Gede Widya Saputra, S.Par, M.Pd.
Ketua LPPM STP Mataram, Dr. Fathurrahim, mengatakan tujuan seminar tersebut untuk meningkatkan pemahaman akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan tentang konsep pariwisata berkelanjutan dan resiliensi destinasi.
Mendorong kolaborasi antara pemerintah, akademisi, industri, dan masyarakat dalam pengembangan destinasi pariwisata dan mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam membangun destinasi pariwisata yang berkelanjutan dan tangguh.
“Selain itu merumuskan rekomendasi strategis bagi pengembangan kebijakan dan praktik pariwisata berkelanjutan, ” katanya.
Ketua LPPM. STP Mataram menambahkan sektor pariwisata merupakan salah satu penggerak utama perekonomian daerah dan nasional. Namun, dinamika global seperti perubahan iklim, krisis kesehatan, bencana alam, serta ketidakstabilan sosial-ekonomi menunjukkan bahwa destinasi pariwisata harus dibangun tidak hanya menarik secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan dan tangguh (resilient).
“Konsep Sustainable and Resilient Tourism Destinations menekankan keseimbangan antara aspek lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi, serta kemampuan destinasi dalam beradaptasi dan pulih dari berbagai tantangan, ” katanya.
Hal ini menjadi sangat relevan bagi Indonesia, khususnya daerah-daerah dengan potensi pariwisata tinggi yang rentan terhadap perubahan lingkungan dan krisis global.
Karena itu melalui seminar internasional diharapkan tercipta ruang diskusi akademik dan praktis untuk memperkuat pemahaman, berbagi praktik baik, serta merumuskan strategi pengembangan destinasi pariwisata yang berkelanjutan dan tangguh.ian














