Selong, DS- Masyarakat Lombok punya beragam tradisi memeriahkan momen lebaran. Salah satunya adalah dengan menggelar tradisi Tiyu.
Tiyu merupakan tradisi menunggang kuda yang dilaksanakan selama dua hari setelah Idul Fitri yaitu tanggal 1-2 Syawal oleh masyarakat Desa Jantuk, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Tiyu sendiri berasal dari bahasa desa setempat yang berarti pawai menggunakan kuda untuk memeriahkan datangnya bulan syawal dan menyambut kemenangan.
“Pawai kuda ini selalu kami laksanakan sejak dulu oleh para pendahulu kami di Desa Jantuk rutin setiap tahunnya sampai sekarang, waktunya mulai dari sore kemarin selesai shalat Id, kemudian hari ini dimulai pagi hari, tujuannya itu untuk memeriahkan hari Idul Fitri,” jelas Azizul Hakim Sekretaris Desa Jantuk, Senin (01/4/2025).
Tak ada catatan sejarah yang secara khusus menjelaskan tradisi Tiyu. Namun beberapa pendapat mengatakan tradisi Tiyu berkaitan dengan kerajaan Sumbawa ketika terjadi peperangan melawan kerajaan lain.
Sampai saat ini, tradisi Tiyu masih tetap lestari dilaksanakan setiap dua hari setelah perayaan Iedul Fitri. Kawula muda dan para orang tua antusias menyaksikan tradisi yang
sekaligus menjadi khasanah keragaman budaya suku Sasak dan NTB Umumnya.li














