SPPG Di Lombok Timur Mulai Serap Produk Bumdes

Selong,DS– SPPG Arif Jaelani resmi menjadi mitra dapur pertama di Lombok Timur yang menyerap langsung hasil panen BUMDes “Bareng Mele”, Desa Masbagik Utara Baru. Kerjasama ini dilakukan untuk menyuplai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berbasis komoditas lokal.

​Dalam kontrak perdana, dapur gizi tersebut langsung memborong 350 kilogram ikan nila. Volume ini mencatatkan rekor penyerapan terbesar dari sektor unit penyedia makanan di tingkat kabupaten.

​Pengelola BUMDes “Bareng Mele”, Holisisatul Laely, menyebut sinergi ini adalah solusi konkret bagi unit usaha desa. Menurutnya, tujuan utama ketahanan pangan desa memang untuk menyuplai kebutuhan dapur.

​”Tujuan dari program ketahanan pangan ini ya untuk memenuhi kebutuhan dapur kan? Jadi kita sangat membuka kerja sama,” ujar Laely, Kamis (15/1).

​Selama ini, hasil panen warga seringkali tidak terserap maksimal oleh pasar lokal. Kehadiran pembeli berskala besar menjadi kunci keberlanjutan budidaya ikan nila di desa tersebut.

​”Yang panen ini lumayan banyak, jadi untuk lesehan mungkin terlampau banyak, jadi kita butuh pelanggan lain,”ucapnya.

​Kemitraan ini memberikan kepastian pasar bagi pembudidaya sehingga stok tidak lagi menumpuk di kolam. Laely mengapresiasi keberanian SPPG Arif Jaelani sebagai pionir mitra BUMDes.

​”Terima kasih untuk dapur perdana yang ambil ikan nila di ketahanan pangan kami,” tuturnya.

​Perwakilan SPPG Arif Jaelani, Yumna Juwita Haris, menyatakan kolaborasi ini adalah komitmen mendukung agenda nasional. Fokus utamanya adalah menyajikan asupan berkualitas tinggi bagi masyarakat.

​Mengenai teknis pengolahan di dapur, Yumna menjelaskan standar porsi yang diterapkan untuk efisiensi gizi.

​”Nanti pengolahan ikan tersebut akan dibagi, di mana satu potong ikan bakal dipotong menjadi dua bagian, karena ukuran ikannya besar-besar,” katanya.li

Exit mobile version