STP Mataram Libatkan 4 Dosen dan 30 Mahasiswa dalam Aksi Konservasi Laut di Pantai Ampenan

banner 120x600

Mataram, DS – Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram menunjukkan kepeduliannya terhadap kelestarian lingkungan pesisir dengan berpartisipasi dalam kegiatan edukasi konservasi, aksi bersih sampah plastik dari laut, dan transplantasi terumbu karang di Pantai Ampenan Kota Toea, Kota Mataram, Minggu (25/10/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kelompok Pengelola Wisata Bahari (Pokwisri) Ampenan Kota Toea bekerja sama dengan Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) merupakan bagian dari peringatan Hari Sumpah Pemuda sekaligus upaya mendukung pelestarian ekosistem laut dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, STP Mataram melibatkan 4 dosen dan 30 mahasiswa. Keempat dosen yang berpartisipasi adalah Uwi Martayadi, Erri Supriyadi, I Wayan Bratayasa, dan Muharis Ali.

Para dosen dan mahasiswa STP Mataram terlibat langsung dalam rangkaian kegiatan, khususnya aksi pembersihan sampah di sepanjang kawasan Pantai Ampenan. Bersama peserta lainnya, mereka bergotong royong mengumpulkan sampah yang berpotensi mencemari lingkungan pesisir dan mengganggu kelestarian ekosistem laut.

Kegiatan ini juga melibatkan berbagai perguruan tinggi dan Ditpolairud Polda NTB, di antaranya Universitas Mataram, Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, dan Politeknik Pariwisata Bali. Keterlibatan sejumlah perguruan tinggi tersebut mencerminkan semangat kolaborasi antarinstitusi pendidikan dalam mendukung upaya konservasi lingkungan dan meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga ekosistem laut. Partisipasi lintas perguruan tinggi ini sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, komunitas pengelola wisata, dan masyarakat dalam mewujudkan kawasan pesisir yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Kegiatan konservasi tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi ekosistem terumbu karang di perairan Ampenan yang membutuhkan perhatian dan upaya pemulihan. Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh pihak penyelenggara, hasil penelitian menunjukkan tutupan karang keras di kawasan tersebut sebesar 14,82 persen dan masih berada dalam kategori rendah. Selain itu, pencemaran sampah plastik dan tingginya sedimentasi menjadi tantangan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut. Melalui edukasi konservasi, aksi bersih sampah, dan transplantasi terumbu karang, penyelenggara berupaya meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan pesisir. Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran bersama mengenai pentingnya perlindungan ekosistem laut sebagai bagian dari pembangunan pariwisata berkelanjutan.

Bagi STP Mataram, keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Partisipasi ini sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami hubungan antara pelestarian lingkungan, pengelolaan destinasi wisata, dan tanggung jawab sosial. Sebagai perguruan tinggi yang bergerak di bidang pendidikan pariwisata, STP Mataram memandang bahwa keberhasilan pengembangan destinasi wisata tidak hanya ditentukan oleh daya tarik yang dimiliki, tetapi juga oleh kualitas lingkungan dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlanjutannya.

Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda turut memberikan makna penting bagi kegiatan ini. Semangat persatuan, kepedulian, dan gotong royong diwujudkan melalui aksi nyata mahasiswa, dosen, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan laut sebagai salah satu kekayaan alam dan potensi wisata Kota Mataram.

Sebagaimana semangat yang diusung oleh penyelenggara, “Pemuda Bersatu, Laut Terjaga, Ampenan Mendunia,” kegiatan ini diharapkan dapat menjadi penggerak bagi generasi muda untuk semakin aktif dalam upaya pelestarian lingkungan dan pengembangan pariwisata bahari yang bertanggung jawab.

Melalui partisipasi dalam kegiatan tersebut, STP Mataram menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengabdian kepada masyarakat, memperluas kolaborasi antarlembaga, serta berkontribusi dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat.ian