Tanaman Rumput Hias, Peluang Bisnis Menjajikan Warga Kota Mataram

banner 120x600

Mataram, DS-Usaha tanaman rumput hias di Kota Harum, Mataram, Nusa Tenggara Barat NTB), kini semakin digandrungi masyarakat. Selain memperindah lingkungan rumah maupun kantor, peluang bisnisnya dinilai cukup menjanjikan sehingga banyak pengusaha mulai melirik sektor ini.

Budidaya rumput hias memiliki daya tarik tersendiri. Keindahan yang dihasilkan membuat peminatnya tidak pernah sepi.

Salah satu pelaku usaha yang telah lama menekuni bisnis ini adalah Ny. Abdul Hakim, penjual rumput hias di wilayah Sayang-Sayang, Cakranegara. Usaha turun-temurun dari kedua orang tuanya ini telah dijalani selama lebih dari 30 tahun.

“Kalau analisa usahanya untungnya tidak terlalu banyak, tapi lumayanlah dari modal awal. Paling murah dijual Rp25 ribu/meter persegi,” katanya pada Sabtu (7/3/2026).

Menurutnya, budidaya rumput hias tergolong mudah dan tidak membutuhkan perawatan rumit. Rumput hias dapat menjadi “lantai” hijau alami di halaman rumah dan tetap indah dipandang.

“Asalkan diberi pupuk, disiram dan kena sinar matahari, rumput sudah tumbuh sendirinya,” ujarnya.

Pasar rumput hias cukup luas, mulai dari hotel hingga perumahan yang ingin mempercantik halaman. Bahkan, pesanan juga datang dari luar daerah seperti Sumbawa.

Untuk pemasaran, ia tidak hanya mengandalkan pembeli yang datang ke lokasi, tetapi juga aktif memanfaatkan media sosial.

“Selain menjual rumput hias, saya juga bisnis bunga hias yang penjualannya melalui media sosial,” tandasnya.

Ia juga bertindak sebagai petani sekaligus pemasok rumput hias. Sebelum menanam, bibit unggul dipilih agar hasilnya memuaskan pelanggan. Rumput yang dijual merupakan rumput siap panen dengan kualitas terjaga.

“Saat pemanenan rumput biasanya dipotong-potong menjadi kotak persegi dengan berat 20 kg per meternya. Untuk tebal tanah sekitar 1 cm. Harganya permeter Rp30 ribu dengan perawatan selama sebulan. Namun bagi pemesan yang mendesak untuk usia 3 minggu bisa diperoleh dengan harga Rp25 ribu saja,” ungkapnya.

Dengan lahan budidaya seluas 4 are, ia tidak hanya menjaga pasokan tetap stabil, tetapi juga membuktikan bahwa usaha rumput hias mampu memberi keuntungan berkelanjutan dan membuka peluang bisnis yang terus hijau. (adi)