Terminal Penghabisan

Puisi Dienullah Rayes

ayo Puji Astuti kita naik bus antar kota

arah terminal Bungurasih Surabaya.

kita tumpangi bus besar warna kuning
puluhan penumpang telah duduk di kursinya
sesuai nomor angka pada karcisnya.

kami mendapat tempat duduk di kursi no.32 dan 33
di belakang kami masih ada kursi kosong
bus pun meluncur arah barat
penumpang turun-naik di halte.

kita pun turun karena sudah tiba pada terminal tujuan
perjalanan ini kita nikmati tanah datar yang sabar
mendaki bersama mata kaki
dipandu mata hati
tiba di batas atas yang luas pandangan dan wawasan
lalu menurun pun air mata menghujan
sesekali mengalir ke muara pertemuan
antara cairan tawar yang sangar
dan
cairan asin yang biru
kita pun bersampan keyakinan
di atas gelombang samudera menggemuruh
bahwa kita miliki cairan nyali
bersama sinar matahari.

ini adalah perjalanan takdir
entah aku atau kau yang hilang bayang duluan
kita serahkan pada Dia sang maha pengasih
yang menarik napas ajal tak kekal.

bila alamat dalam riwayat disayat waktu
maka garis horisontal dan vertikal pun menunjuk titik terakhir Takdir Mu.

Sumbawa yang NTB
18 Maret 2025.

Exit mobile version