Tikar Mendong Lombok Timur Bertahan di Tengah Gempuran Tikar Pabrikan

banner 120x600

Selong,DS- Tikar tradisional Lombok yaitu tikar mendong merupakan salah satu kerajinan di Lombok Timur yang sampai saat ini masih tetap eksis, di tengah gempuran tikar moderen atau karpet yang di pasaran. Produk kerajinan itu nyaris punah, sekarang mulai menggeliat.

Kamariah (45), salah seorang pengrajin tikar mendong asal Dusun Paok Pondong, Desa Lenek, Kecamatan Lenek menuturkan sebelumnya hampir semua warga di Paok Pondong menjadi pengrajin tikar mendong. Namun saat ini pengrajin tikar tersisa hanya ditekuni beberapa orang.

“Kalau dulu hampir semua warga di sini sebagai pengrajin tikar mendong. Namun sekarang hanya sekitar 30-40 orang yang tersisa,” tuturnya, Senin (20/1).

Diceritakan Kamariah, sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) ia sudah bisa membuat tikar mendong. Ilmu itu didapatkan dari orang tuanya langsung. Bahkan Cacak atau alat yang digunakan menyesek tikar itu merupakan warisan dari orang tuanya. Alat tersebut saya ini berumur puluhan tahun bahkan merupakan generasi ke tiga yang menggunakan cacak itu.

Beberapa tahun sebelumnya, tikar mendong sempat akan vakum. Namun setelah adanya gerakan dan kelompok pengrajin tikar mendong. Kerajinan ini mulai bangkit dan mulai dimodifikasi dengan membuat kerajinan yang lainnya.

“Kemarin ada pameran di Islamic senter, ketua kelompok kami yang hadir. Alhamdulillah semua tikar yang dipamerkan habis terjual. Dari sana pengrajin mulai bangkit dan semangat lagi,” katanya.

Proses pembuatan tikar mendong cukup rumit dan membutuhkan waktu cukup lama. Tanaman mendong yang sudah di panen dibersihkan terlebih dahulu, kemudian di jemur. Setelah itu di masak lalu diberikan warna dan di jemur kembali. Baru setalah kering dibuat menjadi tikar.

Meskipun tanaman mendong merupakan jenis rumput liar yang tumbuh di persawahan. Namun tanaman ini dibudidayakan langsung oleh sebagin masyarakat, sehingga tanaman tersebut dibeli oleh pengerajin dengan harga Rp 1-2 juta per satu petak sawah.

“Kita beli mulai dari Rp 1-2 juta per satu sawah. Biasanya tu petak itu bisa untuk membuat 80-90 tikar, ” katanya.

Satu buah tikar di jual dengn Haraga bervariasi tergantung ukuran dan motif. Mulai dari harga Rp 25-Rp 100 ribu. Tikar paling mahal ialah dengn motif pucek rebong dan catur. Tikar yang sudah jadi biasanya akan diambil langsung oleh pengepul.

Bahkan kata dia, Sebagin pengerajin hanya bertugas untuk membuat. Bahan pembuatan tikar seperti tanaman mendong kering di siapkan oleh pengepul. Dengan hitung-hitungan 2-1, atau setiap pembuatan tiga tikar. Pengerajin mendapatkan bagian satu buah tikar sebagi upah.

“Kalau saya hanya membuat saja. Bahan dari pengepul. Saya tidak punyaodal untuk beli tanaman Mendong. Nanti upah yang satu itu kita jual ke pengepul dengn harga Rp 25- Rp 35 ribu,” jelasnya.

Musim hujan seperti saat ini menjadi musim paling berat di bagi pengrajin tikar mendong. Hal ini dikarenakan tanaman mendong sangat rentan rusak terkena air. Biasnya tikar yang dibuat dari mendong yang basah akan menjadi hitam, cepat lusuh dan rusak.

Dalam sehari pengerajin bisa membuat 2-3 tikar. Diakui peminat tikar mendong saat ini masih tinggi pasaran. Meskipun sudah banyak tikar moderen dan karpet yang menjamur di pasaran. Tikar mendong ini dinilai memiliki kelebihan sendiri. Yakni dapat menyesuaikan di segala kondisi cuaca. Jika kondisi cuaca panas tikar akan menjadi dingin dan hangat.

“Alhamdulillah sekarang tikar mendong ini kembali eksis, setelah ada kreasi dari kelompok. Seperti pembuatan, tas, topi, lampion, pot dan beberapa kerajinan lainnya. Peminatnya juga semakin banyak. Karena memiliki keunikan sendiri. Waluoin tidak bisa terkena air,”Ujarnya.

Pengrajin tikar mendong di Dusun Paok Pondong saya ini sebagian besar dari kalangan ibu-ibu yang berusia 45 tahun ke atas. Jarang ada pemuda yang menjadi pengerajin, sehingga dikhawatirkan 10 tahun ke depan kerajinan ini akan punah.

Dirinya berharap pemerintah dapat membantu pengerajin untuk mempertahankan kerajinan mendong tersebut. Salah satunya dengan memb